Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinkes DKI Bina SPPG Pulogebang 15 Usai 252 Siswa Diduga Keracunan MBG
SPPG Pondok Kelapa Jakarta Timur. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang 15 setelah 252 siswa diduga keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Tindakan pembinaan mencakup inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi.
  • Dari total laporan, 188 siswa telah mendapat perawatan di fasilitas kesehatan dan 26 siswa masih dirawat di rumah sakit akibat gejala keracunan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak sekolah di Jakarta Timur sakit perut setelah makan makanan gratis dari tempat namanya SPPG Pulogebang 15. Ada 252 anak yang sakit dan 26 anak masih dirawat di rumah sakit. Ibu Ani dari Dinas Kesehatan bilang petugas sudah datang, lihat tempat makannya, ajari orang yang masak, dan bantu supaya makanan jadi bersih lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tindakan cepat Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan dan kualitas layanan publik. Melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan penjamah makanan, serta penerbitan sertifikat higiene sanitasi, pemerintah daerah tidak hanya merespons insiden dengan sigap tetapi juga memperkuat standar kebersihan dan pengawasan agar pelayanan gizi lebih aman ke depannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang 15 Jakarta Timur, yang diduga terkait kasus gejala keracunan usai menyantap hidangan dari program MBG.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bentuk pembinaan dan pengawasan tersebut dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dinkes melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuknya melalui IKL, pelatihan penjamah makanan, dan penerbitan SLHS,” kata Ani saat dihubungi IDN Times, Sabtu (9/5/2026).

Ani menambahkan, SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026. Berdasarkan ketentuan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), pihak pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi SLHS.

“Dari catatan kami, SPPG ini mulai operasional 31 Maret 2026, dan sesuai peraturan Kepala BGN mereka diberikan waktu tiga bulan untuk memiliki SLHS,” ujarnya.

Ia menyebut, inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) sudah dilakukan dan saat ini pihak SPPG masih dalam proses perbaikan serta pelatihan bagi penjamah makanan.

Dia mengatakan sebanyak 252 siswa di Jakarta Timur diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jaktim Cakung Pulogebang 15, Jakarta Timur pada Jumat (8/5/2026).

Ani mengatakan dari 252 laporan dari orang tua siswa yang anaknya mengalami gejala usai mengonsumsi makanan tersebut, sebanyak 26 siswa masih dirawat.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat telah mengakses fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, hingga hari ini tercatat ada 26 siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit," katanya.

Editorial Team