Jakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku saat ini ingin fokus lebih dulu untuk membenahi permasalahan yang ada di sana. Salah satu yang kini menjadi fokusnya yakni untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Gibran untuk merespons dorongan dari sejumlah pihak, termasuk pengusaha agar dirinya dipersiapkan menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2024 mendatang. Bila Gibran memilih ikut dalam kontestasi tersebut, maka ia menjalani pilihan yang serupa dengan ayahnya, Presiden Joko "Jokowi" Widodo.
"Ini kan kita kerja baru menjabat selama satu tahun. Sisanya sempat tertunda karena pandemik. Sementara, itu (pemilihan Gubernur DKI Jakarta) kan masih lama. Kita kan tidak pernah tahu nanti perjalanannya seperti apa. Kalau sekarang kan sudah banyak sekali survei berisi calon-calon gubernur dan lain-lain," ungkap Gibran di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta pada Jumat, 20 Mei 2022 lalu.
"Mau itu (didorong jadi gubernur) Jateng, mau (didorong jadi gubernur) DKI, ya sekarang fokusnya tetap bekerja untuk masyarakat Solo," tutur dia lagi.
Meski demikian, Gibran tak membantah bahwa sebagai kader partai politik, ia tak bisa memutuskan sendiri. Selain itu, ia menilai perlu melihat aspirasi dari masyarakat seperti apa.
"Kalau saya disuruh maju (untuk ikut pilkada), saya maju. Atau sebaliknya, kalau diharuskan tetap di Solo, saya juga tidak apa-apa. Atau nantinya disuruh di Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga tidak apa-apa. Ini semua kan tergantung dari warga," katanya.
Lebih lanjut, putra sulung Presiden Jokowi itu menyampaikan apresiasi atas dukungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ketua Bidang Internasional, Investasi dan Infokom dari Badan Pengurus Daerah HIPMI Jakarta Raya, Shinta Melodi mendorong agar Gibran ikut dalam pilkada Jakarta pada 2024 mendatang.
Apakah pada akhirnya nanti Gibran berubah pikiran dan akan ikut Pilkada DKI Jakarta?
