Ilustrasi “24 Jam Menari” yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia. (youtube.com/ISI Surakarta Official)
Rangkaian acara 24 Jam Menari dimulai pada Rabu pukul 06.00 WIB dengan pembukaan resmi, dilanjutkan festival pertunjukan tari selama 24 jam tanpa henti. Selama satu hari penuh, panggung akan diisi oleh beragam karya tari dari berbagai latar budaya yang saling berdialog dalam satu ruang artistik.
Tak hanya pertunjukan, acara ini juga menghadirkan penampilan dari kraton sebagai representasi tradisi, serta dance department summit meeting yang mempertemukan 12 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Forum ini menjadi wadah diskusi akademik sekaligus kolaborasi antar institusi pendidikan seni.
Selain itu, terdapat pula bazar industri kreatif yang membuka ruang interaksi antara pelaku seni dan masyarakat. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan orasi budaya oleh maestro tari, Prof. Sardono W. Kusumo.
Untuk menjaga kualitas artistik dan kuratorial, ISI Surakarta melibatkan seorang profesor dari Jerman sebagai kurator, Matthew Isaac Cohen. Lebih dari 100 kelompok seni dari 24 kota di Indonesia dan mancanegara turut ambil bagian dalam ajang ini.
Di antara mereka, terdapat 9 penari pilihan dari berbagai daerah dan negara yang menjadi sorotan utama karena membawa identitas budaya serta perspektif artistik yang beragam. Termasuk salah satunya adalah Jakarta.