Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, prihatin dengan maraknya dugaan kasus pelanggaran HAM di Papua yang tak pernah surut, meskpun integrasi Papua dengan Indonesia sudah berusia 70 tahun.
Yorrys mengatakan, rezim pemerintahan telah silih berganti, tetapi konflik di Papua belum terlihat ada titik temu yang konkret. Dia menuturkan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah 17 kali mendarat di Papua, tapi tidak berdampak terhadap meredamnya konflik di Papua.
"Beliau adalah Presiden satu-satunya di republik ini yang sudah datang 17 kali di Papua, tetapi apa dampaknya? Apa yang kita rasakan? Pra dan pasca beliau datang ke Papua, eskalasi kekerasan tinggi terus dan akhir-akhirnya sampai dengan amnesti internasional kan yang memberikan ekspos di periode beliau bahwa angka pelanggaran HAM terbesar ada di Papua," kata Yorrys di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Yorrys juga menceritakan momen ketika dia mendampingi Presiden Jokowi pada malam Natal di awal kepemimpinan Jokowi pada tahun 2014 silam.
"Dengan sambutan beliau pada malam Natal itu, masyarakat Papua merasa beliau seperti Tuhan Yesus yang datang membawa keselamatan bagi orang Papua dengan konsep beliau," kata dia.
