Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya merespons #KaburAjaDulu yang viral di media sosial. (IDN Times/Amir Faisol)
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya merespons #KaburAjaDulu yang viral di media sosial. (IDN Times/Amir Faisol)

Intinya sih...

  • Bantuan korban banjir bukan hanya logistik

  • DPR kirim bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Sumatra

  • Jumlah korban banjir Sumatra mencapai 303 jiwa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mendorong kemudahan penerbitan ulang dokumen imigrasi bagi korban bencana alam di Sumatra Barat yang rusak atau hilang karena bencana banjir bandang.

Selain itu, Willy mengatakan, kemudahan syarat-syarat administrasi kependudukan juga dibutuhkan karena dokumen korban ikut terseret banjir.

"Kami mendorong Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatra Barat untuk berkomitmen dalam menerbitkan kembali dokumen keimigrasian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra Barat, dengan pembebasan persyaratan dokumen dan pungutan biaya," kata Willy kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).

1. Bantuan korban banjir bukan hanya logistik

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya setuju ada penggabungan dan pemisahan kementerian. (IDN Times/Amir Faisol)

Willy menjelaskan, bencana banjir bandang di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh meninggalkan dampak yang cukup besar. Banyak warga kehilangan dokumen penting mereka.

“Ini menjadi komitmen DPR untuk meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana alam,” tutur Willy.

Ia menekankan, bantuan kepada korban bencana tidak selalu harus berupa sembako atau bantuan materi semata, tetapi juga bisa berupa kemudahan administratif. Salah satunya, kata Willy, dengan penerbitan kembali dokumen keimigrasian yang hilang akibat banjir.

“Bahwa bantuan bukan hanya tentang logistik, tapi juga bisa dalam bentuk penerbitan kembali dokumen kenegaraan yang rusak,” ungkap dia.

Willy memastikan, Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatra Barat berkomitmen untuk membantu para korban bencana banjir bandang untuk kembali mengurus dokumen adminduk yang hilang dan rusak.

"Pihak Imigrasi akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Keuangan, karena pembiayaan penerbitan dokumen imigrasi berkaitan dengan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," kata dia.

2. DPR kirim bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Sumatra

DPR kirim bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Sumatra. (IDN Times/Amir Faisol)

Sebelumnya, DPR mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir Sumatra. Bantuan akan didistribusikan ke sejumlah daerah yang masih terisolasi karena dikepung banjir bandang. Bantuan tersebut diterbangkan melalui Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, bantuan logistik tersebut akan diserahkan langsung ke masyarakat terdampak di Tapanuli Tengah, Aceh, dan Kota Padang.

"Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyerahkan bantuan untuk Sumatra, berupa kargo pesawat yang akan disampaikan kepada saudara-saudara yang mengalami musibah," kata Dasco di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (30/11/2025).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolik ke Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang akan terbang langsung ke Sumatra mendistribusikan bantuan ke warga terdampak banjir.

"Secara simbolis, kita akan serah terimakan isi kargo yang terdiri dari macam-macam ada sarung, ada pembalut, ada Pop Mie, ada selimut, ada biskuit, untuk saudara-saudara kita," kata Dasco.

3. Jumlah korban banjir Sumatra mencapai 303 jiwa

Mobil yang digunakan kedua penyidik Polda Riau terseret ke tengah Jembatan Kembar pasca dikepung banjir bandang di Sumbar (IDN Times/ dok Polda Riau)

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi mengenai kondisi dan situasi pasca-banjir hebat menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatra di waktu berdekatan. Berdasarkan data per Sabtu (29/11/2025), total ada 303 korban meninggal dunia di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

BNPB mencatat, Sumut menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi yaitu 166 jiwa. Pada Jumat kemarin, jumlah korban meninggal dunia di Sumut mencapai 116 jiwa.

Adapun, jumlah korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatra Barat sudah mencapai 137. Sebanyak 47 korban meninggal ditemukan di Aceh. Sebanyak 90 jiwa lainnya ditemukan meninggal di Sumatra Barat.

Editorial Team