Jakarta, IDN Times - Kebijakan penghematan ditempuh DPR untuk mengantisipasi ancaman krisis energi sebagai dampak dari peperangan di Timur Tengah. Salah satu yang akan dipangkas adalah perjalanan dinas bagi para ASN yang bertugas di parlemen. Selain itu, biro rumah tangga DPR juga mematikan lampu-lampu di ruang rapat yang sudah tidak lagi dipakai.
"Penghematan yang pertama memang perjalanan-perjalanan dinas dari unsur ASN sudah kami kurangi untuk hal-hal yang sifatnya sangat urgent atau tingkat kemendesakannya tidak terlalu tinggi," ujar Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, dalam keterangan, dikutip Jumat (27/3/2026).
"Kami juga sedang exercise dan menyiapkan bila tidak ada agenda persidangan, maka maksimum jam 20.00 malam, lampu-lampu akan kami matikan. Maksimum jam delapan malam dimatikan," kata dia.
Dia mengatakan, belum semua ruangan di dalam gedung parlemen menggunakan sistem otomatis sehingga upaya penghematan itu masih dilakukan secara manual.
"Begitu juga dengan listrik dan AC di ruang-ruang rapat yang tidak digunakan, langsung kami matikan," kata dia.
