Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, mengaku optimistis pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR hari ini, terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) bisa meningkatkan keyakinan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
Menurut Kamrussamad, langkah Presiden Prabowo menyampaikan langsung KEM PPKF menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memberikan kepastian di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Kamrussamad mengatakan, kehadiran langsung Presiden dalam penyampaian KEM PPKF merupakan tradisi baru yang penting dalam proses pembahasan awal APBN 2027 antara pemerintah dan DPR.
“Ini adalah tradisi baru di mana pemerintah, dalam hal ini Presiden, langsung yang akan menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Penting sekali KEM PPKF ini karena di dalamnya memuat tentang target pertumbuhan ekonomi 2027. Di dalam KEM PPKF memuat tentang nilai tukar nelayan, memuat tentang nilai tukar petani, memuat tentang target capaian lifting minyak kita. Dan di dalam KEM PPKF juga memuat tentang target nilai tukar rupiah pada APBN 2027,” ujar dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap target pembangunan ekonomi nasional ke depan.
“Karena itu KEM PPKF ini adalah menjadi pembahasan awal antara pemerintah dengan parlemen dalam pembangunan di tahun 2027. Dan kita mengapresiasi Presiden Prabowo yang langsung menyampaikan, ini menunjukkan ada optimisme dan semangat yang sangat kuat yang disampaikan oleh pemerintah terhadap capaian atau target yang ingin diwujudkan pada tahun 2027,” kata Kamrussamad.
Kamrussamad mengaku DPR menyambut positif keputusan Prabowo menyampaikan langsung dokumen KEM PPKF di hadapan parlemen. Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan semangat tata tertib DPR yang menempatkan presiden sebagai kepala pemerintahan.
“Bagi kita anggota DPR senang sekali. Sebab sebetulnya di dalam tata tertib DPR, memang selalu disebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Keuangan. Jadi, yang tercantum di dalam tatib DPR memang adalah presiden selaku kepala pemerintahan menyampaikan sebagai pembahasan awal untuk menyusun nota keuangan APBN yang akan dibacakan pada 16 Agustus nantinya,” ujarnya.
Kamrussamad menilai, pidato Presiden Prabowo dapat menjadi dorongan psikologis bagi pasar keuangan dan investor di tengah tekanan ekonomi global. Ia mengatakan, pemerintah perlu memberikan kepastian bahwa arah kebijakan ekonomi nasional tetap berada di jalur yang tepat.
“Justru karena penuh ketidakpastian ini, kehadiran Presiden bisa memberikan kepastian kepada market, bahwa kebijakan pemerintah on the right track. On the right track-nya apa? Pertama, investasi. Kita lihat dari dua sisi. Investasi manufaktur, investasi di sektor riil, itu tumbuh 7,28 persen year on year-nya di kuartal pertama. Memang mengalami masalah investasi di pasar keuangan, ya, di pasar modal, di obligasi, di reksadana, betul. Ada outflow yang cukup besar di kuartal pertama,” ujar dia.
Ia menambahkan, seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan harus bersama-sama menjaga kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan pemerintah.
Kamrussamad juga menegaskan, langkah Prabowo menyampaikan langsung KEM PPKF merupakan bentuk dukungan dan dorongan keyakinan kepada dunia usaha dan pelaku pasar.
