Jakarta, IDN Times - Persoalan gizi masih menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Direktur Komunikasi Danone Indonesia, Arif Mujahidin, mengatakan membangun bangsa tidak cukup hanya pada aspek mental, tetapi juga fisik.
“Membangun bangsa itu berarti membangun jiwa dan membangun badan. Badan harus dibangun dengan baik, dan di situlah persoalan gizi menjadi sangat penting,” ujar dia acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times, Rabu (14/1/2026).
Menurut Arif, masih banyak masyarakat yang memandang makanan hanya sebagai pengganjal lapar. Padahal, yang dibutuhkan tubuh adalah zat gizi yang dikonsumsi melalui makanan.
“Yang perlu terus diedukasi adalah bahwa makanan harus bergizi, bukan sekadar mengenyangkan,” kata dia.
Tanpa pemahaman ini, kata dia, pola makan cenderung tidak seimbang dan berisiko menghambat tumbuh kembang.
Arif menyebut, persoalan gizi di Indonesia tidak selalu disebabkan keterbatasan ekonomi, tetapi juga minimnya pengetahuan.
Karena itu, edukasi gizi harus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, agar masyarakat memahami pentingnya makro dan mikronutrien.
IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".
