Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto
Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Hasan mengungkap banyak hal rahasia di pertemuan tersebut, namun tidak bisa disampaikan ke publik.

  • Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina dan akan keluar dari BoP jika Palestina tidak merdeka.

  • Mantan Menteri Luar Negeri lainnya, Jusuf Wanandi, awalnya memiliki banyak pertanyaan terkait masuknya Indonesia ke BoP, tapi langsung paham setelah dijelaskan oleh Presiden Prabowo.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu), Hasan Wirajuda, mengatakan, sebelum gabung BoP, Indonesia terlebih dulu berkonsultasi dengan tujuh negara berpenduduk mayoritas Islam.

Hal Itu baru ia ketahui setelah mendapat penjelasan dari Presiden Prabowo Subianto. Alhasil, pihaknya akhirnya memahami alasan Indonesia bergabung ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza.

"Ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung, kita juga melalui proses konsultasi yang erat dengan tujuh negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam," ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026

1. Banyak hal rahasia diungkap

Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Hasan mengatakan, pada pertemuan itu banyak hal rahasia diungkap. Namun, Hasan tak bisa menyampaikannya kepada publik.

"Jadi dalam diplomasi memang sebagian besar, kalau tidak dapat dikatakan banyak hal, bersifat konfidensial, yang rahasia. Karena itu kita yang di luar pemerintahan, baik para mantan menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, akademisi, juga tidak selalu dapat memperoleh informasi yang akurat, apalagi kalau itu dari sumber informasi melalui tulisan, ungkapan di media massa, apalagi media sosial," ucap dia.

Hasan mengaku, sudah mendapat informasi utuh dari Presiden Prabowo. Sehingga, tidak ada lagi hal menjanggal terkait alasan Indonesia bergabung ke BoP.

Hasan mengatakan, terkait iuran yang harus dibayarkan negara anggota BoP, belum ada keputusan pasti kapan itu harus diberikan.

"Dalam kaitan dengan kontribusi kita, yaitu juga perdebatan publik yang cukup tajam kadang-kadang bahwa 'kok kita ikut menyumbangkan dana sebesar itu?'. Sebetulnya juga belum diputuskan kapan kita akan menyumbang. Tapi kalau saya tadi dalam kontribusi saya dalam diskusi adalah bahwa wujud sumbangan kita adalah nanti untuk bagaimana membantu rakyat Palestina di Gaza," ujar dia.

Presiden Prabowo juga menegaskan, Indonesia akan sepenuhnya mendukung kemerdekaan Palestina.

2. Indonesia tidak pernah tinggalkan Palestina

Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab, juga mengaku sudah mendapat pencerahan dari penjelasan Presiden Prabowo. Sehingga, dia sudah memahami alasan Indonesia berada di BoP.

"Jadi pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya," kata Alwi.

Presiden Prabowo juga menegaskan, Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina.

"Dan yang paling penting dalam hal penjelasan beliau (Presiden Prabowo), itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution. Itu kalau istilah awamnya adalah 'harga mati', two-state solution," ucap dia.

Indonesia akan keluar apabila Palestina tidak merdeka. Sebab, tujuan adanya BoP adalah merdekanya Palestina.

"Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution. Oleh Bapak Presiden tadi dikatakan kalau Board of Peace ini kelihatan tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia maka dengan mudah kita bisa keluar. Jadi beliau tekankan kepada masyarakat seluruhnya bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina," ujar Alwi.

3 Awalnya banyak pertanyaan, tapi langsung paham setelah dijelaskan

Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Mantan Menter Luar Negeri lainnya, Jusuf Wanandi, mengaku awalnya sudah menyiapkan banyak pertanyaan terkait Indonesia masuk BoP. Namun, setelah dijelaskan oleh Presiden Prabowo, langsung paham.

"Satu saja saya mau tekankan adalah bahwa kami mendapat suatu pencerahan hari ini yang betul-betul mendalam. Saya tidak sebetulnya mempersiapkan untuk ini, saya kira saya mau tanya-tanya yang aneh-aneh, ternyata dia sudah jelaskan semua apalagi," imbuhnya.

Editorial Team