Konferensi pers mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri Luar Negeri usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Hasan mengatakan, pada pertemuan itu banyak hal rahasia diungkap. Namun, Hasan tak bisa menyampaikannya kepada publik.
"Jadi dalam diplomasi memang sebagian besar, kalau tidak dapat dikatakan banyak hal, bersifat konfidensial, yang rahasia. Karena itu kita yang di luar pemerintahan, baik para mantan menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, akademisi, juga tidak selalu dapat memperoleh informasi yang akurat, apalagi kalau itu dari sumber informasi melalui tulisan, ungkapan di media massa, apalagi media sosial," ucap dia.
Hasan mengaku, sudah mendapat informasi utuh dari Presiden Prabowo. Sehingga, tidak ada lagi hal menjanggal terkait alasan Indonesia bergabung ke BoP.
Hasan mengatakan, terkait iuran yang harus dibayarkan negara anggota BoP, belum ada keputusan pasti kapan itu harus diberikan.
"Dalam kaitan dengan kontribusi kita, yaitu juga perdebatan publik yang cukup tajam kadang-kadang bahwa 'kok kita ikut menyumbangkan dana sebesar itu?'. Sebetulnya juga belum diputuskan kapan kita akan menyumbang. Tapi kalau saya tadi dalam kontribusi saya dalam diskusi adalah bahwa wujud sumbangan kita adalah nanti untuk bagaimana membantu rakyat Palestina di Gaza," ujar dia.
Presiden Prabowo juga menegaskan, Indonesia akan sepenuhnya mendukung kemerdekaan Palestina.