Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono (Dok. Humas Polri)
Dedi menjelaskan, tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Satbrimob Polda Jambi, Polairud Baharkam Polri, Dokkes Polda Jambi beserta Basarnas sempat menghentikan evakauasi lantaran turun kabut disertai angin dan petir.
“Maka proses evakuasi dihentikan hingga sore hari ini. Memang proses evakuasi melalui jalur udara sangat bergantung pada cuaca,” kata Dedi dalam jumpa persnya di Mabes Polri kemarin.
Selain cuaca, proses evakuasi juga terhalang medan lokasi. Sebab, titik lokasi merupakan tebing terjal dan terkendala kondisi cuaca ekstrem.
"Karena lokasi tempat mendaratnya heli darurat itu adalah berupa tebing yang terjal," ujar Dedi.
Lokasi tebing terjal itu menyebabkan helikopter penyelamat tak bisa mendarat. Sehingga, anggota yang tergabung dalam tim evakuasi udara harus bergeser terlebih dulu dan baru mencapai titik keberadaan Kapolda Jambi.
"Pakai heli pun dia nggak bisa langsung lurus harus vertikal, tapi dia di satu titik tebing kemudian jalan lagi menuju lokasi di mana heli tersebut mendarat darurat," sebutnya.