Comscore Tracker

Gubernur Sumsel Tolak Mundur Karena Kebakaran Hutan, Begini Alasannya

Mahasiswa Sumsel sampaikan enam tuntutan

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru diminta berjanji mundur dari jabatannya, jika 2020 masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Orang nomor satu di Sumsel ini tidak menyetujui seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Di antara enam tuntutan, Herman menolak mundur dari jabatannya jika pada 2020 masih terjadi karhutla yang berakibat kabut asap.

"Siapa yang menjamin kehendak Tuhan, tahun 2020 tidak ada asap. Saya tidak berani, kehendak Allah siapa yang tahu. Permintaan itu (mundur dari jabatan) adalah konyol," ujar dia, saat menemui demonstran dari aliansi mahasiswa se-Sumsel, di halaman kantor Pemprov Sumsel, Selasa (17/9) sore.

Baca Juga: Polri Tetapkan 218 Orang Jadi Tersangka Kebakaran Hutan 

1. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sumsel fluktuatif

Gubernur Sumsel Tolak Mundur Karena Kebakaran Hutan, Begini Alasannya(Ilustrasi kabut asap) ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Herman menjelaskan penolakan mundur dari jabatannya karena alasan logis. Sebab, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sumsel fluktuatif: kategori baik, sedang, tidak sehat, dan membahayakan. Status ini bisa berubah setiap hari.

"Hari ini saja di sekitar lingkungan kita berada ini pada nilai 60 pada kategori sedang, bahkan pernah memuncak sebelumnya di kategori tidak sehat di atas 100," kata dia.

2. Banyak faktor yang mempengaruhi ISPU

Gubernur Sumsel Tolak Mundur Karena Kebakaran Hutan, Begini Alasannya(Ilustrasi kabut asap) ANTARA FOTO/Feny Selly/pras

Herman menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi ISPU. Selama ini pihaknya juga sudah bekerja keras menanggulangi karhutla di wilayahnya, yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

"Banyak angin, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah bekerja maksimal dan 24 jam, harus nya masih ada dua titik lagi tambahan di Ogan Ilir dan Muaraenim. Sudah diinstruksikan kepada bupati. Terima kasih kepada kalian, dengan ini artinya mahasiswa bisa menambah spirit terhadap pemimpin daerah dengan kehadiran masalah," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Herman berterima kasih kepada demonstran yang sudah memberikan kritik dan saran melalui aksi tersebut.

"Terima kasih sudah menunggu. Saya baru hadir di sini karena memantau lahan. Saya berdiri ini, artinya yang kalian tunggu tidak berbohong, kita siap menerima masukan dan saran. Duduk bersama seperti ini menumbuhkan konspirasi bagaimana mengatasi karhutla," kata dia.

3. Demonstrasi sempat diwarnai kericuhan

Gubernur Sumsel Tolak Mundur Karena Kebakaran Hutan, Begini Alasannya(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kericuhan sempat mewarnai demonstrasi ini. Namun, setelah Herman hadir ke tengah-tengah demonstran dan memenuhi sebagian tuntutan mereka, situasi akhirnya kondusif.

Tepat pukul 18.00 WIB, demonstrasi berakhir dengan penandatanganan surat kontrak antara demonstran dengan Gubernur.

Koordinator Gerakan Sumsel Melawan Asap Ni'matul Hakiki Vebri Awan, yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya itu mengatakan, sebagai ganti rugi tuntutan yang tidak disetujui, pihaknya mendesak pemerintah daerah segera tangani permasalahan karhutla.

"Kami siap membantu turun ke lapangan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Kami terima, tetapi Bapak Herman Deru harus sigap menangani kasus ini jangan sampai ada lagi membahayakan masyarakat Sumsel," kata dia.

4. Enam tuntutan demonstran pada Gubernur Sumsel

Gubernur Sumsel Tolak Mundur Karena Kebakaran Hutan, Begini Alasannya(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Berikut enam tuntutan aliansi mahasiswa Sumsel yang tergabung dalam organisasi Gerakan Melawan Asap:

1. Tangkap, adili, dan cabut izin perusahaan pembakar lahan di Sumsel.
2. Tindak tegas oknum pembakar lahan di wilayah Sumsel menurut Perda Nomor 08 Tahun 2016 Pasal 17 dan 18 dan atau UU Nomor 32 Tahun 2009.
3. Tegaskan aturan hukum terkait pembukaan lahan sesuai Pasal 56 UU 39 Tahun 2014.
4. Membentuk tim gugus tugas untuk melakukan mitigasi bencana karhutla serta pengawasan lahan gambut dan atau lahan yang rentan terbakar.
5. Memfasilitasi pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak penyakit akibat karhutla secara gratis.
6. Menerbitkan SK Gubernur tentang kewajiban pencegahan karhutla bagi setiap perusahaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berkaitan dengan karhutla. Apabila Gubernur tidak bisa mengatasi antisipasi masalah kabut asap 2020, silakan Gubernur Sumsel Herman Deru mundur dari jabatan.

Baca Juga: Cegah, Kendalikan, dan Tegakkan Hukum Jadi Fokus KLHK Atasi Karhutla

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya