Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Festival Pilkada Jakarta: Mengupas Visi Misi 3 Paslon Bersama Timses
Speed Dating dengan masing-masing Timses dalam Festival Pilkada Jakarta, Minggu (17/11). IDN Times/Veronica Theresia Taruh Barguna
  • Visi-misi paslon penting dalam menentukan pilihan pada Pilkada DKI Jakarta
  • Pasangan RIDO mengingatkan pentingnya melihat program visi-misi secara lengkap
  • Pendidikan menjadi fokus utama dari beberapa paslon dalam Pilkada DKI Jakarta
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) DKI Jakarta pada 27 November mendatang, Bijak Demokrasi dan Kitabisa berkolaborasi mengadakan Festival Pilkada Jakarta dengan tema "Jakarta Oh Jakarta!" di M Bloc, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/11).

Festival ini juga dihadiri oleh timses calon gubernur, di mana peserta dapat berdialog langsung dengan perwakilan tim sukses setiap paslon dalam sesi Speed Dating.

Dalam sambutannya, ketiga timses mengapresiasi Bijak Demokrasi dan Kitabisa atas terselenggaranya festival ini yang dinilai sangat baik, karena menyasar anak-anak muda yang masih bimbang dengan pilihannya nanti. 

1. Timses RIDO, Juwanda: Jangan sampai salah memilih pemimpin

Timses Paslon 01 Ridwan-Suswono, Juwanda (kiri) & Alia (kanan) di Festival Pilkada Jakarta, Minggu (17/11). IDN Times/Veronica Theresia Taruh Barguna

Timses pasangan RIDO, Juwanda, mengatakan saat Pilkada nanti jangan sampai salah memilih pemimpin. Menurutnya, menilai visi-misi dari setiap paslon sangat penting dalam menentukan pilihan.

"Jadi memilih pemimpin, jangan sampai salah. Harus dilihat program visi-misinya, lihat dokumen lengkapnya jangan hanya potongan-potongan," ucap Juwanda.

Dia juga menyebut, saat ini ketiga paslon sedang diterpa isu-isu yang tidak benar.

Sementara itu, Timses Pasangan Dharma-Kun, Chala, mengatakan ketika pemimpin Jakarta mencintai warganya, maka sudah pasti pemimpin tersebut akan memahami akar permasalahan warganya.

"Ketika pemimpin di Jakarta mencintai warganya, dia bertempat tinggal hidup dan besar di Jakarta, pasti dia memahami akar persoalan dan akar permasalahan warganya. Dan ketika pemimpin mencintai warga Jakarta, dia akan melayani dengan hati," ucapnya.

Chala juga menegaskan, pasangan Dharma-Kun adalah pasangan independen yang tidak terafiliasi dengan partai politik manapun, sehingga program visi-misinya hanya untuk rakyat dan tidak menguntungkan siapapun.

Dia juga mengatakan, semua yang ada di lembar visi-misi Dharma-Kun sudah jelas untuk melayani masyarakat Jakarta. 

Adapun Timses Paslon 3 Pramono-Rano, Pangeran Siahaan mengatakan, visi-misi Pramono-Rano berdasarkan hasil ketemu masyarakat jadi semuanya berasal dari keresahan masyarakat.

"Hampir semua visi-misi dan semua program-program Mas Pram itu based on ketemu sama warga, jadi kita gak ada yang kepikiran. Contohnya soal CCTV, itu bukan dari kita, itu dari ibu-ibu yang minta, dari warga yang minta gitu," ujar Pangeran Siahaan dalam sesi Speed Dating

Dalam sesi tersebut juga Pangeran meminta masukan dan kritikan anak-anak muda saat ini atas keresahan yang dirasakan selama tinggal di Jakarta, agar dapat dijadikan sebagai masukan dalam program kerja Pramono-Rano.

2. Dharma-Kun akan hasilkan sarjana bagi setiap satu rumah yang belum ada sarjana

Timses Paslon 02 Dharma-Kun, Chala di Festival Pilkada Jakarta, Minggu (17/11). IDN Times/Veronica Theresia Taruh Barguna

Timses paslon 3 pasangan Pramono Anung-Rano Karno, Putri Jasmine mengatakan, pendidikan menjadi salah satu fokus Pramono Anung, khususnya kesejahteraah guru honorer dengan gaji sebesar Rp500 ribu.

"Kita tahu gaji guru honor itu di bawah Rp2 juta, di bawah Rp1 juta, bahkan di daerah Jakarta Timur masih ada yang gajinya Rp500 ribu gitu. Gaji Rp500 ribu itu dijadikan fokus sama Mas Pram untuk meningkatkan kualitas pendidikannya juga gitu, terutama untuk anak-anak yang masih di sekolah. Dari ngomongin 12 tahun gratis (mencakup SD, SMP, dan SMA), sampai ngomongin S1, S2, dan doktoral secara beasiswa," ujar Putri Jasmine saat ditanya wartawan.

Timses Paslon 2 Dharma-Kun, Chala, menyebutkan dalam hal pendidikan, akan menghasilkan satu sarjana bagi setiap satu rumah yang ada di Jakarta.

"Secara pendidikan akan menghasilkan satu sarjana bagi setiap satu rumah yang belum ada sarjana," ucapnya dalam sesi Speed Dating

3. Timses Pramono-Rano sebut Ondel-Ondel bukan sarana mengamen, harus dilestarikan sesuai tempatnya

Timses Paslon 03 Pramono-Rano, Putri Jasmine (kiri) & Pangeran Siahaan (kanan) di Festival Pilkada Jakarta, Minggu (17/11). IDN Times/Veronica Theresia Taruh Barguna

Salah satu budaya yang kini dijadikan sebagai alat mengamen, yaitu Ondel-Ondel, turut dibahas oleh Timses Cagub Paslon nomor urut 3.

Timses Paslon 3, Pangeran Siahaan mengatakan, Pramono-Rano berkomitmen akan mendukung penuh dan memfasilitasi para seniman untuk berkreasi. Menurutnya, budaya yang sudah ada bertahun-tahun ini harus dilestarikan di tempat yang seharusnya dan terhormat.

"Jadi komitmennya Mas Pram dan Bang Doel adalah mengotakkan budaya, termasuk budaya Jakarta itu dalam tempat yang seharusnya dan tempat yang terhormat. Jadi bagaimana para Seniman Betawi maupun juga Seniman Kontemporer diberikan wadah atau diberikan tempat untuk mereka bisa berkarya. Kita gak pengen yang namanya Ondel-Ondel itu jadi sarana ngamen aja, ini kita ngomongin soal budaya yang sudah bertahun-tahun harus dilestarikan," ucap Pangeran Siahaan di Festival Pilkada Jakarta, Minggu (17/11).

Editorial Team