Comscore Tracker

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19

Jatim adalah episentrum COVID-19 di Indonesia saat ini

Surabaya, IDN Times - Jawa Timur sebagai provinsi dengan angka kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia telah banyak menelan korban jiwa. Tak hanya pasien yang meregang nyawa, para tenaga kesehatan yakni dokter-dokter yang menangani mereka pun berguguran akibat virus corona.

Berikut beberapa dokter di Jawa Timur yang berpulang akibat COVID-19.

1. Berkatnu Indrawan Janguk

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19dr. Berkatnu Indrawan Janguk meninggal /twitter @blogdokter

Berkatnu sehari-sehari bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soewandhie Surabaya. Sayang, Tuhan punya rencana lain. Pengabdiannya harus terhenti usai terpapar COVID-19 dari pasien yang ia tangani pada Selasa (28/4).

Diketahui sebelumnya, Berkatnu tertular oleh salah seorang pasiennya asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Namun, pasien itu disebut tidak jujur atas riwayat perjalanannya sehingga tidak terindikasi COVID-19 secara cepat.

Setelah diketahui positif COVID-19, Berkatnu pun langsung dirawat secara intensif. Bahkan dua kali tes PCR terakhir menunjukkan hasil negatif virus corona atau ia dinyatakan sembuh.

“Pertama kali almarhum ambil swab itu tiga minggu yang lalu dan hasilnya positif. Terus swab lagi negatif, terus swab lagi negatif. Tapi, ternyata tubuhnya tidak bisa membentuk imun,” ujar Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Febria Rachmanita.

2. Boedhi Harsono

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Boedhi Harsono. Instagram.com/PB IDI

Boedhi Harsono adalah anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, yang meninggal dunia pada Senin (18/5) pukul 22.06 WIB. Ia meninggal dunia setelah dirawat di salah satu rumah sakit swasta rujukan COVID-19.

Ketua IDI Jatim, Sutrisno menjelaskan, usia Boedhi memang tak lagi muda yaitu 60 tahun. Selain faktor usia, Boedhi juga memiliki penyakit bawaan yang membuat serangan virus bekerja lebih ganas bagi tubuh sang dokter.

"Ada penyakit lain yg diderita juga, selain umur yang lebih dari 60 tahun," ujar Sutrisno.

3. Ignatius Stanislaus Tjahjadi

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Ignatius Stanislaus Tjahjadi. Dokumentasi PAPDI

Ignatius Stanislaus Tjahjadi meninggal dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada Minggu (31/5) di ruang ICU RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya. Ketua Gugus Tugas Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menjelaskan bahwa Tjahjadi sehari-hari menangani pasien COVID-19 di RS Adi Husada Undaan Weran.

"Beliau menangani COVID-19 karena ahlinya itu. SARS-Cov 2 itu virus yang sangat menular. Tidak peduli siapa pun," tutur Joni sembari menahan air mata melihat video pengantaran peti mati Tjahjadi yang diiringi lagu gugur bunga, Selasa (2/6).

Joni menjelaskan bahwa Tjahjadi adalah sosok dokter senior yang sangat ahli di bidangnya. Ia merupakan dokter spesialis dengan banyak sekali pengalaman terutama menangani penyakit dalam di Surabaya.

4. Miftah Fawzy Sarengat

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Miftah Fawzy Sarengat. Instagram.com/PB IDI

Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan turut terlibat selama penanganan COVID-19 di RSUD dr. Soetomo.

Ia meninggal dunia pada Rabu (10/6). Miftah merupakan pasien COVID-19 namun tak ada penjelasan secara lebih rinci mengenai kapan tepatnya Miftah terkonfirmasi positif COVID-19 dan dirawat secara intensif.

Rekan almarhum, Sonny Fadli, mengatakan bahwa Miftah merupakan sosok pekerja keras dan low profile.

“Beliau teman saya, alumni FK Unair angkatan 2006. Status beliau saat wafat sebagai PPDS Ilmu Penyakit dalam FK Unair/RSUD dr. Soetomo,” ujarnya kepada IDN Times.

Rekan-rekannya, lanjut Sonny, merasakan kehilangan yang mendalam atas berpulangnya Miftah.

"Semoga segala dosa beliau diampuni, amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

5. Deny Dwi Yuniarto

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Deny Dwi Yuniarto. Dokumentasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang

Kisah berpulangnya Deny punya jalan cerita yang teramat memilukan. Kedua orangtua-nya yang merupakan tenaga kesehatan sudah terlebih dahulu meninggal dunia di waktu yang berdekatan. Ketika memeriksakan diri bersama istrinya yang juga dokter, keduanya ternyata positif COVID-19.

Deny pun melakukan rawat inap di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Namun lantaran kondisinya semakin memburuk, ia dirujuk ke Rumah Sakit Univesitas Airlangga. Nahas, dr. Deny mengembuskan napas terakhirnya dan menyusul kedua orangtua-nya pada Senin (15/6). 

6. Dibyo Hardianto

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Dokumentasi PB IDI

Dibyo Hardianto adalah dokter yang praktik di sebuah klinik kawasan Blega, Bangkalan. Ia meninggal dunia pada Senin (15/6) dengan status PDP. Kematian Dibyo hampir bersamaan dengan meninggalnya Denny. 

"Jadi beliaunya PDP, secara klinis ada gejala COVID-19, thorax foto juga positif (ada flek). Swab-nya masih menunggu, problem-nya swab kan butuh waktu," ujar Sutrisno.

7. Anang Eka Kurniawan

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Dokumentasi IDI Bangkalan

Setelah kedua orangtua beserta dr. Deny meninggal dunia, tak lama kemudian menyusul kakak Deny yang juga merupakan seorang dokter yaitu Anang Eka Kurniawan. Ia meninggal dunia pada Jumat (19/6) di kediamannya di Kota Surabaya.

Anang sehari-hari bertugas di Puskesmas Socah, Bangkalan. Namun, Sutrisno tidak bisa menjelaskan apa penyebab kematian Anang. Ia belum mendapatkan informasi apakah Anang sudah melakukan tes swab atau belum.

"Tidak ada data. Hasil tes belum ada," terang Sutrisno.

Baca Juga: [OPINI] Jenazah COVID-19 Jadi Bisnis Tenaga Medis, Betulkah?

8. Gatot Pramono

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Gatot Pramono. Dokumentasi Istimewa

Gatot Pramono meninggal dunia di tempatnya mengabdi, RSUD Sidoarjo, pada Jumat (19/6). Sebelumnya, Gatot telah dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Ia sehari-hari bertugas sebagai dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Sidoarjo.

dr. Gatot-lah yang menjadi garda depan melayani para pasien di IGD sebelum mengetahui status konfirmasi COVID-19 pasien tersebut. Namun kini perjuangan Gatot harus terhenti lantaran turut terpapar COVID-19 hingga meninggal dunia.

Gatot diketahui telah dirawat secara intensif di ruang isolasi bertekanan rendah sejak Rabu (17/6). Selain terpapar COVID-19, ia juga memiliki penyakit bawaan lain yaitu diabetes melitus yang membuat keadaannya semakin memburuk. Diabetes melitus memang penyakit komorbid nomor satu yang dimiliki oleh para pasien COVID-19.

Baca Juga: Usai Dokter, Seorang Perawat RSUD Sidoarjo Meninggal Akibat COVID-19

9. Sukarno Kasmuri

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Ilustrasi dokter menggunakan masker (Unsplash.com/Ashkan Forouzani)

dr. Sukarno Kasmuri gugur setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) selama 15 hari. Almarhum sehari-hari bertugas di RSUD Sidoarjo.

Ketika masuk ke RSUA, Sukarno langsung dirawat di IGD. Dia mengalami gejala mirip COVID-19. Kondisinya saat masuk rumah sakit sudah kritis, ditambah lagi usianya yang sudah lanjut yakni 73 tahun. Kemudian ketika dites, ternyata benar dia terpapar virus SARS CoV-2.

"Waktu masuk berat (kondisinya), gagal napas, kemudian dipasang ventilator," jelas juru bicara (Jubir) Tim Satuan Tugas (Satgas) RSUA, dr Alfian Nur Rasyid.

10. Arief Basuki

Innalillahi, Para Dokter di Jawa Timur yang Meninggal karena COVID-19Dokumentasi IDI Surabaya

Seorang dokter di Kota Surabaya yang dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah pada Selasa (30/6). Adalah dr. Arief Basuki yang sehari-hari bertugas sebagai dokter anestesi di Rumah Sakit (RS) Haji, Surabaya, yang gugur saat bertugas.

"Iya (dr. Arief meninggal), semua dokter anestesi menangani pasien COVID-19. Dokter intensive care dia," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr. Brahmana ketika dihubungi IDN Times.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat dirawat selama sepekan di RSUD dr. Soetomo.

Baca Juga: Polemik Dokter Residen Unair Terpapar COVID-19, Begini Kata Kampus

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya