Comscore Tracker

Cerita Pengantin Menikah Jarak Jauh Via Zoom Karena Pandemik COVID-19

Pasangan pengantin ini berasal dari Indonesia dan Australia

Surabaya, IDN Times - Tak ingin rencana pernikahan tertunda akibat pandemik virus corona atau COVID-19, pasangan Shaffira Gayatri dan Max Walden terpaksa melakukan acara sakral mereka secara virtual.

Shaffira di Surabaya, sedangkan Max di Sydney, Australia. Mereka melangsungkan akad nikah secara agama, sesuai tanggal yang telah ditentukan meski terpisah benua.

1. Pernikahan Shaffira dan Max berlangsung pada 20 Juni 2020

Cerita Pengantin Menikah Jarak Jauh Via Zoom Karena Pandemik COVID-19Shaffira Gayatri dan Max Walden saat prosesi pernikahan via zoom. Instagram.com/firahermana

Pernikahan Shaffira dan Max berlangsung pada 20 Juni 2020, namun aibat pandemik, momen indah itu tertunda.

"Untuk tanggal memang sudah direncanakan sebagai tanggal nikah dan resepsi dari tahun lalu. Pemilihan tanggal waktu itu gak ada alasan khusus, kecuali alasan kepraktisan dan kebetulan tanggal cantik juga," ujar Shaffira saat dihubungi IDN Times, Selasa (7/7/2020).

Shaffira dan Max terpisah karena adanya travel restriction. Sudah enam bulan mereka tidak bertemu. Setiap hari mereka hanya berkomunikasi melalui telepon. Sampai akhirnya muncul ide menikah jarak jauh secara daring.

Baca Juga: Menikah di Tengah Pandemik dengan Virtual Wedding, Cuma Rp44,5 Juta

2. Persiapan hanya sehari menjelang hari pernikahan

Cerita Pengantin Menikah Jarak Jauh Via Zoom Karena Pandemik COVID-19Shaffira Gayatri dan keluarganya saat prosesi pernikahan via zoom. Instagram.com/firahermana

Shaffira dan Max akhirnya serius melakukan ide gila itu. Pasangan Muslim itu langsung mencari tahu keabsahan melakukan ijab kabul secara jarak jauh. Setelah berkonsultasi ke beberapa ustaz dan imam yang mereka percayai, hingga tekad menikah secara daring pun bulat.

Terlebih lagi, Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga idola Shaffira dan Max pernah melakukan ijab kabul melalui sambungan telepon. Mereka pun terinspirasi.

Langsung saja, sehari sebelum tanggal pernikahan, kedua mempelai ini melakukan persiapan mendadak. Shaffira dibantu orang tua dan saudaranya menyiapkan pernikahan mulai dekorasi, rias wajah, pakaian, hingga slide pernikahan.

Pakaian pengantin yang digunakan Shaffira pun sebenarnya baju lama milik sang ibunda. Begitu pula dengan Max yang dibatu sang adik, mencari jas dan peci. Hanya dalam waktu 24 jam, pasangan ini melakukan persiapan nikah secara virtual.

"WO (wedding organizer) dan vendor sudah ditunda semua. Gak mungkin tiba-tiba dihubungi H-1," tutur Shaffira.

3. Koneksi internat Shaffira mendadak mengalami gangguan pada menit-menit menjelang akad nikah

Cerita Pengantin Menikah Jarak Jauh Via Zoom Karena Pandemik COVID-19Max Walden dan keluarganya saat prosesi pernikahan via zoom. Instagram.com/firahermana

Untuk memenuhi rukun nikah, Shaffira dan Max menyiapkan empat saksi. Dua saksi di Surabaya dan dua saksi di Sydney. Mereka juga mengajak teman-teman terdekatnya untuk menyaksikan prosesi pernikahan melalui aplikasi Zoom.

Sementara, wali nikah Shaffira adalah ayahnya, Profesor Joni Hermana, yang merupakan mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Ini gak pakai penghulu, karena gak didaftarin ke KUA. Jadi ijab dari ayah ke suami saya," ucap Shaffira.

Jelang waktu pernikahan yang telah ditetapkan kedua mempelai, tiba-tiba internet di rumah Shaffira mengalami gangguan. Dua modem yang telah disiapkan bermasalah. Padahal 30 menit lagi seharusnya mereka sudah online dan melaksanakan ijab kabul.

Beruntung, koneksi internet handphone sang adik cukup bagus untuk tathering. Alhasil, masalah sambungan daring teratasi dan akad nikah berjalan mulus. Kedua keluarga kemudian berfoto dengan bahagia seusai prosesi pernikahan itu.

4. Shaffira berencana menyusul Max untuk tinggal di Melbourne

Cerita Pengantin Menikah Jarak Jauh Via Zoom Karena Pandemik COVID-19Keluarga besar Shaffira Gayatri dan Max Walden saat bertemu sebelum pandemik COVID-19. Instagram.com/firahermana

Kini tersisa satu pertanyaan besar di benak mereka, kapan mereka bisa bertemu?

"Masih diusahakan untuk bisa ketemu dalam waktu dekat. Tapi belum tahu juga bisa kapan," tutur Shaffira, lirih.

Perlengkapan administrasi Shaffira di Kantor Urusan Agama (KUA) juga belum tuntas, sementara aturan kedua negara juga belum membolehkan warga asing masuk. Alhasil, pasangan pengantin ini belum bisa bertemu, boro-boro malam pertama.

"Pendaftaran di KUA belum dilakukan dan belum tahu rencananya kapan bisa dilakukan, dikarenakan pandemik dan pembatasan travel antara Indonesia dan Australia, jadi suami belum bisa ke sini juga. Jadi lihat situasi juga, mungkin bisa dilakukan tahun depan kalau situasi sudah membaik," ungkap dia.

Setelah pandemik mereda, Shaffira berencana menyusul suaminya untuk tinggal di Melbourne. Di sana sang suami menjadi jurnalis ABC News Australia dan menempuh pendidikan S3. Semoga pandemik segera mereda.

Baca Juga: Klaster Pernikahan Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Semarang Melonjak

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya