Jakarta, IDN Times - Forum Purnawirawan Prajurit TNI melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka menolak rencana pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza sebagai bagian dari implementasi Board of Peace (BoP). Penolakan itu disebabkan ribuan personel TNI akan dikirim ke Gaza tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau menggunakan helm biru.
"Kami menyatakan menolak dengan tegas keikutsertaan Indonesia dalam skema BoP tersebut apabila tidak didasarkan dengan mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bila pengerahan pasukan itu dilakukan atas prakarsa atau kepentingan suatu negara, maka hal itu menyimpang dari tradisi kehormatan TNI," ujar Ketua Forum Purnawirawan Prajurit TNI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi di dalam surat terbuka yang disusun pada Kamis (26/2/2026) itu.
Selain itu, kata Fachrul, bila pengiriman pasukan militer tanpa mandat PBB akan menempatkan prajurit Indonesia dalam konflik yang bukan mandat konstitusi. "Indonesia juga berportensi diseret ke pusaran pertarungan kepentingan global," kata mantan Menteri Agama itu.
Alasan itu didukung dengan fakta misi International Stabilization Force (ISF) akan dimulai di sektor Rafah. Sementara, di area itu masih banyak terowongan yang dibangun oleh kelompok Hamas. Selain itu, salah satu poin di dalam piagam BoP yakni pelucutan senjata milik kelompok Hamas.
