Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fregat Baru Tiba, KSAL Sebut Kemampuan TNI AL Setara Australia-Singapura
Kapal Prabu Siliwangi-321 yang sudah bersandar di dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (IDN Times/Santi Dewi)
  • TNI AL resmi menerima dua fregat buatan Italia, KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320, yang memperkuat kemampuan laut Indonesia setara negara tetangga di kawasan.
  • KRI Prabu Siliwangi-321 berukuran 143 meter dengan persenjataan lengkap, mampu menjalankan misi patroli, peperangan laut hingga misi kemanusiaan bersama 162 awak kapal.
  • KSAL Muhammad Ali menegaskan TNI AL masih membutuhkan banyak kapal patroli dan sistem tanpa awak untuk menjaga selat serta wilayah litoral secara efisien dan mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kemampuan TNI Angkatan Laut (AL) semakin menguat, usai kedatangan dua kapal fregat buatan Italia. TNI AL resmi menerima KRI Prabu Siliwangi-321, usai melalui 44 hari perjalanan dari Eropa, Kamis (26/3/2026). Sementara, pada 2025, TNI AL telah menerima KRI Brawijaya-320.

Perwira tinggi TNI AL itu mengatakan dua kapal fregat itu memiliki ukuran paling besar dibandingkan fregat sejenis di kawasan Asia Tenggara.

"Tapi dari segi kemampuan hampir samalah dengan apa yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. Mulai dari Australia, Singapura, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Kemampuannya mirip-mirip," ujar Ali di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ketika menjawab pertanyaan IDN Times, Kamis.

Ali tak menampik kemampuan dua kapal fregat buatan Fincantieri itu akan menjadi amunisi tambahan bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Sebab, mereka memiliki sensor-sensor dengan kualitas lebih baik dibandingkan kapal perang lainnya milik TNI AL.

Ke depan, kata Ali, TNI AL akan melakukan latihan bersama dengan mengerahkan kapal-kapal mereka. Tujuannya untuk menguji coba seluruh sistem senjata yang ada di kapal-kapal yang dimiliki TNI AL.

1. KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II Surabaya

Kapal fregat KRI Prabu Siliwangi-321 ketika tiba di dermaga 107, Jakarta Utara usai melalui perjalanan selama satu bulan. (IDN Times/Santi Dewi)

KRI Prabu Siliwangi-321 akan ditempatkan di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur. Di sana juga ditempatkan KRI Brawijaya-320. Menurut Ali, hal itu lantaran fasilitas dermaga yang dimiliki Koarmada II cukup lengkap.

"Karena ini kapal baru maka kapal ini harus ditaruh di tempat yang fasilitas dermanya lengkap. Beberapa kapal dari Koarmada II mungkin akan dipindahkan ke Koarmada I atau Koarmada III," ujar Ali.

Sementara, terkait persenjataan rudal yang akan digunakan KRI Prabu Siliwangi-321, Ali masih mempertimbangkan. Ia pun menyebut ada beberapa pilihan rudal.

"Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada juga rudal-rudal dari Turki. Itu semua masih kami pertimbangkan," katanya.

Terkait peluru meriam, Ali mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 menggunakan meriam dengan diameter 127 mm dan meriam Sovraponte dengan diameter 76 mm.

2. KRI Prabu Siliwangi-321 mengangkut 162 ABK dan bisa difungsikan berbagai misi

KRI Prabu Siliwangi-321 (dok. Dinas Penerangan TNI AL)

Sementara, dalam keterangan pers tertulis, TNI AL menyatakan KRI Prabu Siliwangi-321 memiliki ukuran panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter. Kapal fregat dilengkapi meriam utama OTO Melara dengan diameter 127 mm dan meriam 76 mm Strales untuk target udara jarak menengah.

"Ada juga 16 peluncur rudal vertikal untuk serangan udara, rudal Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam maupun senjata otomatis jarak dekat," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Muda TNI Tunggul di dalam keterangannya, hari ini.

KRI Prabu Siliwangi-321 dirancang untuk menjalankan berbagai misi. Kapal fregat itu mampu mengemban misi patroli, peperangan permukaan, bawah laut dan udara.

"KRI Prabu Siliwangi-321 juga dapat menjalankan fungsi pengawalan aset penting seperti kapal induk, operasi penegakan hukum laut hingga misi kemanusiaan seperti bantuan bencana," katanya.

KRI Prabu Siliwangi-321 mengangkut 162 anak buah kapal (ABK) dan dipimpin komandan Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja.

3. TNI AL banyak butuh kapal patroli untuk jaga selat dan kawasan litoral

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali (tengah) di geladak di KRI SIM-367, Jakarta Utara. (Dokumentasi TNI AL)

Ketika IDN Times menanyakan pengadaan alutsista laut apa lagi yang dibutuhkan TNI AL, Ali menyebut, mereka butuh banyak kapal patroli dan kapal kecil.

"Kami butuhkan untuk menjaga selat-selat dan kawasan-kawasan litoral. Selain itu, kita juga membutuhkan unmanned system atau tanpa awak. Misalnya drone, yang bisa mengawasi," kata dia.

Ali mengatakan penggunaan alutsista tanpa awak menjadi cara yang lebih efektif, hemat, dan efisien, dalam melakukan tugas untuk menjaga kedaulatan di wilayah laut.

"Drone-drone ini harapannya sudah bisa dibuat di dalam negeri. Drone ini bisa sifatnya ada di permukaan air atau USV (Unmanned Surface Vehicle) dan ada yang unmanned aerial," tutur Ali.

Editorial Team