Comscore Tracker

[BREAKING] KPK Tuntut Bupati Bekasi Neneng Yasin Bui 7 Tahun 6 Bulan

Neneng belum mengembalikan uang ke KPK sebesar Rp318 juta

Bandung, IDN Times - Usai melahirkan anak keempat, mantan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin kembali ke dunia nyata untuk menghadapi kasus hukumnya. Di dalam persidangan yang digelar hari ini, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut bui 7 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, Neneng juga dituntut dengan denda Rp250 juta subsider 4 bulan kurungan. 

Di mata jaksa KPK, Neneng terbukti bersalah telah menerima suap senilai Rp10,630 miliar dan SGD 90 ribu. Bahkan, ia belum mengembalikan sepenuhnya uang haram yang pernah diterimanya karena merestui pemberian izin pembangunan proyek kawasan terintegrasi Meikarta di Cikarang, Bekasi. 

"Memohon majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Neneng Hassanah Yasin pidana penjara selama 7 tahun dan enam bulan dikurangi masa tahanan dan denda Rp250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti hukuman 4 bulan penjara," kata jaksa KPK, Yadyn saat membacakan surat tuntutan di ruang sidang Pengadilan Negeri Bandung pada Rabu (8/5). 

Selain itu, jaksa juga meminta hakim menjatuhkan tambahan hukuman untuk mengganti kerugian negara sebesar Rp318 juta yang belum dikembalikan Neneng pada KPK. Tak hanya itu, jaksa juga meminta adanya pencabutan hak politik bagi Neneng selama lima tahun. 

Selain Neneng, empat anak buahnya yang juga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) juga mendengarkan tuntutan jaksa. Mereka adalah Jamaludin (Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi), Dewi Tisnawati (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PMPTSP Pemkab Bekasi), Sahat Maju Banjarnahor (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi), dan Neneng Rahmi Nurlaili (Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi).

Keempatnya dituntut hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.

Sebelumnya, para pejabat Kabupaten Bekasi di atas dipercaya telah menerima suap dari para pengembang Meikarta dengan tujuan mempermulus berbagai perizinan.

Pihak Meikarta yang menjalankan alur suap itu seperti Billy Sindoro, Henry Jasmen P Sihotang, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi, telah divonis sebelum persidangan bagi Neneng digelar.

Ikuti terus pemberitannya di IDN Times

Baca Juga: Terima Suap Meikarta, Bupati Bekasi Dua Periode Kapok Berpolitik

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You