Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat berujung ricuh pada Kamis (28/8/2025) sore. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Demo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat berujung ricuh pada Kamis (28/8/2025) sore. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Intinya sih...

  • Masyarakat diimbau suarakan aspirasi dengan cara damai

  • DPR harus berani turun langsung temui massa aksi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam kericuhan demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, mengkritisi sikap sejumlah anggota DPR RI yang dianggap provokatif dengan tidak menunjukkan empati terhadap suara rakyat.

“GAMKI meminta para anggota dan pimpinan DPR RI untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang tidak berempati kepada aksi demonstrasi dan jeritan rakyat, serta tidak menyampaikan pernyataan yang provokatif ataupun normatif, yang justru semakin meluapkan amarah rakyat,” kata Sahat dalam keterangannya.

1. Masyarakat diimbau suarakan aspirasi dengan cara damai

Massa demo di sekitar Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat memanas hingga ke daerah Pejompongan, Palmerah, dan Slipi pada Kamis (28/8/2025) sore. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

GAMKI mengimbau masyarakat untuk tetap menyuarakan aspirasi dengan cara damai, tanpa terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

“GAMKI mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus berjuang menyuarakan aspirasi rakyat dengan tidak anarkis dan tidak terprovokasi dengan para provokator dan elit politik yang ingin memanfaatkan aksi demonstrasi demi kepentingan kelompok tertentu,” kata Sahat.

2. DPR harus berani turun langsung temui massa aksi

Massa demonstrasi buruh yang ada di depan Gedung DPR RI (IDN Times / Yosafat Diva Bayu Wisesa)

GAMKI juga mendesak DPR RI agar segera turun langsung menemui massa aksi. Sahat mengimbau agar DPR tidak terus membenturkan rakyat dengan polisi.

“GAMKI meminta seluruh anggota dan pimpinan DPR RI untuk dalam 1x24 jam segera hadir ke depan gedung Senayan untuk mendengar serta menjawab langsung aspirasi dan tuntutan rakyat. DPR RI jangan benturkan rakyat dengan polisi dan tentara!” ujar Sahat.

3. GAMKI minta segera sahkan RUU Perampasan Aset

Sekelompok mahasiswa yang sudah siap menuju ke Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat dipukul mundur oleh personel Polri pada Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Santi Dewi)

GAMKI juga menuntut DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

“GAMKI mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset,” kata Sahat.

Lebih lanjut, ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

“GAMKI merasakan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Almarhum Affan Kurniawan. Semoga Almarhum beristirahat dalam damai dan Tuhan memberi kekuatan serta ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Sahat menegaskan, GAMKI mendesak Kapolri untuk segera menegakkan hukum dan menindak tegas para pelaku yang menyebabkan adanya korban jiwa dalam aksi demonstrasi tersebut.

“GAMKI mendesak Kapolri untuk menegakkan hukum dan menindak tegas para pelaku yang menyebabkan adanya korban meninggal dalam aksi demonstrasi tanggal 28 Agustus 2025,” ucap dia.

Editorial Team