Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf
Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf resmi memulai rangkaian persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Hal ini ditandai dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026) Dok. Media Center Haji

Intinya sih...

  • Menhaj Gus Irfan memaparkan 4 program strategis, termasuk penurunan biaya, keadilan daftar tunggu, ekspor produk Indonesia, dan pengembangan Kampung Haji.

  • Kemenhaj mengatakan jumlah jemaah reguler mencapai 203.320 orang dan memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan.

  • Gus Irfan menargetkan penyelenggaraan haji 2026 dapat mencapai "Tri Sukses Haji"

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi memulai rangkaian persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Hal ini ditandai dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026).

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, dalam sambutannya memaparkan peta jalan baru penyelenggaraan haji di bawah kementerian yang baru dibentuk ini. Gus Irfan menegaskan bahwa kehadiran Kemenhaj bertujuan agar negara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan dalam melayani jemaah.

"Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke Tanah Air," ujar Gus Irfan di hadapan peserta yang hadir secara luring maupun daring.

1. Siapkan 4 program strategis

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf dalam pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026) Dok. Media Center Haji

Menhaj memaparkan dalam acara tersebut, terdapat empat penguatan program strategis yang menjadi fokus utama pemerintah tahun ini.

Pertama, Penurunan Biaya. Kemenhaj berupaya agar biaya jemaah haji mampu diturunkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tanpa mengurangi kualitas layanan. Kedua, Keadilan Daftar Tunggu (Waiting List), dengan menata ulang sistem antrean agar lebih berkeadilan bagi seluruh jemaah.

Ketiga, Ekspor Produk Indonesia. Pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama di Arab Saudi, yang diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi nasional. Keempat, pengembangan Kampung Haji sebagai pusat layanan jemaah yang terintegrasi di Tanah Suci.

2. Layanan bagi 203 ribu jemaah haji

Jemaah haji Indonesia saat hendak menuju Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Minggu (22/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj juga merilis profil data jemaah haji Indonesia tahun 2026. Tercatat, jumlah jemaah haji reguler tahun ini mencapai 203.320 orang.

Dari jumlah tersebut, Kemenhaj memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan sesuai tema tahun ini: "Manasik Haji Terintegrasi Menuju Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan".

Data menunjukkan terdapat ratusan jemaah dengan kebutuhan khusus, termasuk 405 orang penyandang disabilitas (fisik, sensorik, mental, intelektual) dan 305 orang pengguna kursi roda. Selain itu, terdapat 177 ribu jemaah risiko tinggi yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, dan pernapasan.

"Seluruh kebijakan haji dirancang dengan mempertimbangkan kondisi riil jemaah Indonesia, termasuk usia, kesehatan, serta kebutuhan pendampingan selama beribadah," tegas Menhaj.

3. Target "Tri Sukses Haji"

Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/02/2026).

Menutup arahannya, Gus Irfan menekankan pentingnya manasik sebagai fondasi utama menuju istithaah (kemampuan) jemaah, baik secara finansial, kesehatan, maupun pemahaman syariat.

Ia menargetkan penyelenggaraan haji 2026 dapat mencapai "Tri Sukses Haji", yakni sukses ritual ibadah, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban melalui pembinaan karakter jemaah yang mabrur.

"Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib," pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Menhaj dalam peluncuran program tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak serta jajaran pejabat eselon Kemenhaj.

Editorial Team