Jakarta, IDN Times - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo M5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026), sekitar pukul 08.20 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, getaran gempa terasa hingga sejumlah daerah, mulai dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga menyeberang ke Bali dan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Episenter atau pusat gempa terdeteksi berada di darat, berjarak sekitar 25 kilometer arah timur laut Pacitan. Gempa ini tergolong gempa bumi menengah dengan kedalaman hiposenter mencapai 105 kilometer.
Dampak guncangan gempa dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas yang bervariasi. Di wilayah sekitar pusat gempa seperti Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, guncangan dirasakan pada skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.
Guncangan dengan skala intensitas III MMI juga dirasakan di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar. Sementara itu, getaran menjalar hingga ke Madiun, Jember, Mojokerto, serta menyeberang ke Bali meliputi Denpasar, Kuta, dan Karangasem dengan skala intensitas II-III MMI.
Jangkauan getaran gempa ini juga dilaporkan terasa hingga ke arah barat dan timur yang lebih jauh. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo), Jawa Tengah (Purworejo, Semarang), Pasuruan, hingga Mataram merasakan getaran lemah pada skala intensitas II MMI. Pada kondisi ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.35 WIB, BMKG tidak mencatat ada gempa susulan. BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang beredar di media sosial.
