Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono menjawab isu reshuffle, menyusul kosongnya salah satu jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang kini ditinggal Thomas Djiwandono.
Sugiono tersenyum menerima pertanyaan awak media terkait isu rehuffle di Kabinet Prabowo. Namun, ia menegaskan reshuffle merupakan hak prerogratif Presiden Prabowo Subianto.
"Ya nggak tahu. Itu pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan haknya Presiden me-reshuffle," kata Sugio saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Sugiono mengaku belum mendengar langsung kabar rencana rombak ulang kabinet dalam waktu dekat ini. Ia juga mengatakan, belum ada pembicaraan di tingkat para menteri tentang rencana reshuffle.
"Saya belum pernah mendengar. Saya baru dengar sekarang," kata Menteri Luar Negeri itu.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Senin (19/1) juga menegaskan, dalam waktu dekat Presiden RI Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle.
"Reshuffle? Reshuffle apa? Belum, belum ada," kata Prasetyo ditemui di Komplek Parlemen.
Diketahui, satu kursi Wamenkeu kini kosong setelah ditinggalkaj Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI.
"Di sini saya ingin sampaikan sekali lagi komitmen saya untuk menjaga independensi bank sentral," kata dia dalam konferensi pers.
Thomas menegaskan telah mengikuti semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku selama proses pencalonan sebagai Deputi Gubernur BI, termasuk uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Komisi IX DPR RI kemarin.
"Saya mengikuti proses fit and proper dengan baik, sesuai dengan semua peraturan yang ada," ujar keponakan Presiden Prabowo itu.
