Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dorong koalisi permanen bukan hanya selesai lima tahun. (IDN Times/Amir Faisol)
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dorong koalisi permanen bukan hanya selesai lima tahun. (IDN Times/Amir Faisol)

Intinya sih...

  • Golkar mendorong koalisi permanen

  • Sesama kader Golkar jangan saling menyerang

  • Minta Gerindra sampaikan Fatsun Golkar ke Prabowo

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Sarmuji, memerintahkan seluruh kader partainya di parlemen untuk tidak menyerang Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan kebijakannya.

Sarmuji menegaskan, sikap tersebut menjadi konsekuensi bagi posisi Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan. Hal ini disampaikan Sarmuji dalam sambutan di acara puncak perayaan HUT Fraksi Golkar DPR RI, di Gedung Nusantara I DPR, Jumat (13/2/2026).

“Kami juga ingin menyatakan pada kesempatan kali ini, jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah,” imbuhhnya.

Sarmuji menekankan, Golkar harus mendukung Asta Cita Prabowo-Gibran yang dituangkan dalam semua program kerja pemerintahan saat ini.

"Sebagai fraksi yang mendukung pemerintah, seluruh kebijakan Fraksi Partai Golkar harus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata dia.

1. Golkar mendorong koalisi permanen

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Golkar, lanjut dia, juga mendorong koalisi pemerintahan saat ini menjadi permanen. Menurut dia, gagasan tersebut juga telah dideklarasikan langsung oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

“Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong sebenarnya agar terjadi koalisi permanen, dan ini sudah dideklarasikan oleh Ketua Umum kita supaya hubungan antarfraksi tidak in-off, tidak on-off,” ucapnya.

Koalisi permanen, kata dia, harus tetap solid dalam berbagai situasi, baik saat menghadapi kebijakan yang populer maupun tidak populer. “Koalisi yang berada dalam suka dan duka. Koalisi yang berada dalam kebijakan yang populer maupun yang tidak populer,” tuturnya.

2. Sesama kader Golkar jangan saling menyerang

Sekretaris Jendral DPP Golkar RI Muhammad Sarmuji saat hadiri Musda Golkar NTT di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Di samping itu, Sarmuji mengingatkan semua kader anggota Golkar agar tidak saling menyerang, terutama yang kini menjadi menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih.

Ia mendorong semua kader agar mendahulukan komunikasi dan memberikan masukan, alih-alih kritik yang disampaikan secara terbuka di publik.

“Jangan menyerang kawan sendiri. Ini kita punya menteri yang cukup banyak. Ada delapan menteri, ada tiga wakil menteri, ada satu Gubernur Lemhanas. Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukan sebelum rapat dimulai,” kata Sarmuji.

Dia juga memerintahkan kader agar tidak mempersoalkan kebijakan yang telah diputuskan pemerintah, melainkan memberikan masukan untuk penyempurnaan.

“Yang ketiga, jangan menyoal sesuatu yang sudah diputuskan oleh negara. Kita bisa memberikan masukan, tetapi apa yang sudah diputuskan bisa kita evaluasi, tetapi jangan sampai menyerang apa yang sudah diputuskan oleh negara dan sedang berjalan,” kata Sarmuji.

3. Minta Gerindra sampaikan Fatsun Golkar ke Prabowo

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (IDN Times/Amir Faisol)

Dia pun menyinggung program makan bergizi gratis (MBG). Menurut dia, jika dalam pelaksanaan MBG masih terdapat kekurangan harus disampaikan secara konstruktif kepada kementerian terkait.

“Misalkan tentang program makan bergizi gratis. Taruhlah ada kelemahan-kelemahan di dalamnya. Tugas kita adalah menyempurnakan melalui masukan-masukan yang itu disampaikan kepada menteri terkait,” ucapnya.

Terakhir, ia berseloroh agar Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Bambang Hariyadi yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan fatsun politik Golkar ini ke Presiden Prabowo.

“Jadi Mas (Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI) Bambang Hariyadi, kita sudah menyusun fatsun politik melalui empat fatsun Fraksi Partai Golkar. Jadi nanti bisa dilaporkan juga ke Pak Presiden, Mas Bambang Hariyadi,” kata dia.

Editorial Team