Ilustrasi petani memanen padi saat musim panen raya. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang Tahun 2025.
Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan. “Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.
“Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, penghargaan ini diberikan pada Gubernur Khofifah. Pasalnya di sepanjang tahun 2025, Provinsi Jatim berhasil menjadi provinsi produsen padi dan beras tertinggi nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12,69 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 10,56 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan produksi beras mencapai 6,10 juta ton. Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 masing-masing 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras.
Prestasi ini berhasil mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi lumbung pangan yang menjadi Pilar Kedaulatan Pangan Nasional.
Jawa Timur sendiri berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional setelah mengungguli Jawa Barat sebanyak 10,24 juta ton GKG padi dan 5,91 juta ton beras serta Jawa Tengah sebanyak 9,41 juta ton GKG dan 5,41 juta ton beras sepanjang tahun 2025.
“Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegas Khofifah.