Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gunung Api Dukono Erupsi, Dua WNA dan Satu WNI Masih Dicari
Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi 20 pendaki terjebak saat Gunung Dukono meletus, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)
  • Tiga pendaki, dua WNA dan satu WNI, masih dicari setelah erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, sementara aktivitas vulkanik dilaporkan masih fluktuatif.
  • Lima belas pendaki lainnya berhasil ditemukan selamat, termasuk warga Singapura dan Indonesia, dengan dua di antaranya membantu tim SAR memberikan informasi jalur pendakian.
  • Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri hingga relawan terus menyisir jalur puncak dan area sungai menggunakan drone sambil memantau kondisi gunung yang masih aktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gunung Dukono meletus dan ada tiga pendaki belum ketemu, dua orang dari luar negeri dan satu orang dari Indonesia. Tim penyelamat cari mereka di gunung dan sungai, tapi kadang berhenti karena lava panas keluar. Ada lima belas orang lain sudah selamat. Sekarang tim masih kerja hati-hati supaya semua aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Time - Sebanyak tiga pendaki masih dalam pencarian pada penanganan erupsi Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yakni dua Warga Negara Asing (WNA) dan seorang warga Indonesia yang diketahui masih dalam pencarian.

Tiga pendaki yang masih dalam pencarian masing-masing yakni berinisial H.W.Q.T. (L) WNA usia 30 tahun, S.M.B.A.H. (L) WNA usia 27 tahun dan E (P) WNI.

"Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

1. Daftar pendaki yang selamat

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)

Sementara itu, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun.

Adapun korban selamat warga negara Indonesia terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, R.I. (P) usia 29 tahun serta S.J. (L) usia 48 tahun.

2. Dua korban selamat ikut bantu pencarian

Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi 20 pendaki terjebak saat Gunung Dukono meletus, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Basarnas Ternate)

Muhari menjelaskan, dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat yakni R.S. dan J.A. turut membantu tim SAR gabungan, dengan memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.

"Berdasarkan laporan dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut berada di lapangan, operasi pencarian sempat dihentikan sementara, akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan dengan pembagian dua tim operasi," ujarnya.

3. Tim gabungan sisir jalur ke pincang dan lainnya sekitar sungai

Potret gunung Dukono (commons.wikimedia.org/Giancarlo Tamburello)

Tim gabungan yang dipimpin Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara menyisir jalur menuju puncak Gunung Dukono, sambil memantau area lewat drone.

Tim lain mencari di sekitar aliran sungai dekat puncak yang diduga dilalui korban. Operasi melibatkan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, dan petugas pengamatan gunung api. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan gunung selama aktivitas vulkanik meningkat.

Editorial Team