Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 4 Ribu Meter
Gunung Ibu erupsi (dok. PVMBG)

Jakarta, IDN Times - Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, kembali mengalami erupsi signifikan pada Sabtu (11/1/2025) pukul 19.35 WIT. Letusan ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 4.000 meter di atas puncak gunung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan erupsi berlangsung selama 3 menit 5 detik.

"Kolom abu berwarna kelabu terpantau condong ke arah barat. Selain itu, lontaran lava pijar dilaporkan menjangkau jarak hingga 2 kilometer dari pusat erupsi. Hingga kini, Gunung Ibu masih berada pada status level III atau "siaga," yang telah ditetapkan sejak 21 Juni 2024," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, dikutip Minggu (12/11/2025).

1. Masyarakat diimbau tak melakukan aktivitas 4 kilometer dari kawah aktif

Gunung Ibu di barat laut Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, meletus pada Selasa (26/3/2024). (Dok.PVMBG)

Sebagai langkah mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan tidak adanya aktivitas masyarakat dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif, serta sektoral 5,5 kilometer ke arah utara. Abdul Muhari mengingatkan pentingnya mematuhi zona larangan ini demi keselamatan bersama.

"Erupsi serupa terjadi sehari sebelumnya, pada Jumat (10/1/2025). Dua letusan dengan ketinggian kolom abu hingga 3.000 meter terjadi pukul 12.35 WIT dan 18.20 WIT. Sebaran abu saat itu bergerak ke arah selatan dan tenggara," ucap dia.

2. Belum ada peningkatan ancaman signifikan dari aktivitas erupsi Gunung Ibu

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, Ph. D, dalam siaran pers update penanganan darurat (sumber: BNBP Indonesia)

Aktivitas vulkanik yang fluktuatif dengan frekuensi erupsi mencapai 70 kali per hari dianggap wajar untuk Gunung Ibu, mengingat statusnya yang siaga. Abdul Muhari menegaskan, hingga kini belum ada peningkatan ancaman signifikan dari aktivitas gunung ini.

"Sebagai tindakan pencegahan, warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau untuk mengenakan masker serta kacamata pelindung. Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak valid atau hoaks terkait erupsi," ucap dia.

3. BNPB imbau pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PVMBG

Abdul Muhari, Kepala Pusat data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB (Youtube: BNPB Indonesia)

BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan PVMBG dalam upaya mitigasi, pencegahan, dan kesiapsiagaan. Abdul Muhari menambahkan, kesiapan semua pihak merupakan kunci untuk menghadapi potensi bahaya vulkanik.

Dengan pengamatan intensif dari otoritas terkait, Gunung Ibu menjadi salah satu contoh penting dalam penanganan aktivitas gunung berapi di Indonesia. Semua pihak diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi demi menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat sekitar.

Editorial Team