Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jemaah haji saat melaksanakan tawaf sunah usai puncak haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi
Jemaah haji saat melaksanakan tawaf sunah usai puncak haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (13/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Intinya sih...

  • Kemenhaj usung tema haji ramah lansia dan perempuan.

  • Lebih dari 55 persen jemaah haji Indonesia adalah perempuan, 25 persen masuk kategori lansia.

  • 33 persen petugas haji 2026 adalah perempuan, pelunasan BPIH 2026 tuntas 100 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan, visi utama penyelenggaraan haji 2026 adalah haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, visi ini merupakan hal pokok yang wajib dipahami dan dihidupkan oleh seluruh petugas haji.

Hal ini disampaikan Dahnil saat memimpin apel pagi dalam agenda Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Ia mengajak seluruh petugas untuk kembali meneladani pesan Rasulullah SAW pada saat menjalankan Haji Wada, atau haji terakhir Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Kalau kita membaca sejarah, kita ingat sekali salah satu pesan utama dari Haji Wada. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pesan kepedulian: jaga dan muliakan perempuan-perempuan kalian,” ujar dia dalam keterangannya.

1. Mengusung tema Haji Ramah Lansia dan Perempuan

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026)

Dahnil mengatakan, pesan luhur tersebut menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan dan layanan haji Indonesia tahun 2026. Selain program Haji Ramah Lansia, pemerintah juga secara serius mengusung tema Haji Ramah Perempuan sebagai afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Data jemaah haji Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan. Fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.

“Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menegaskan bahwa haji harus menjadi haji yang afirmatif—berpihak kepada perempuan dan berpihak kepada lansia,” kata dia.

2. Sebanyak 33 persen petugas haji 2026 perempuan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebagai bentuk konkret dari kebijakan tersebut, komposisi petugas haji tahun 2026 juga mencerminkan keberpihakan itu. Dahnil mengungkapkan, sebanyak 33 persen petugas haji tahun 2026 adalah perempuan, jumlah terbesar sepanjang sejarah perhajian Indonesia.

“Ini bukan angka simbolik. Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Kehadiran petugas perempuan sangat penting untuk memastikan jemaah perempuan dan lansia mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ucap dia.

Dahnil berharap, seluruh peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 tidak hanya memahami tugas secara teknis, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Haji Wada Rasulullah SAW sebagai ruh pelayanan kepada jemaah, sehingga penyelenggaraan haji 2026 menjadi humanis, berkeadilan, dan penuh kepedulian.

3. Pelunasan BPIH 2026 sudah tuntas 100 persen

Suasana jemaah haji di Masjidil Haram usai puncak haji, Jumat (13/6/2025) malam. (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, memastikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2026 secara nasional telah mencapai 100 persen per Jumat (9/1/2026).

Artinya, sudah tidak ada lagi penundaan pelunasan ongkos haji, khususnya bagi jemaah di daerah yang sebelumnya terdampak bencana.

“Insyaallah tidak ada tunda. Jadi kalau ini mau data valid, besok atau nanti malam. Keseluruhan nasional. Ya per hari ini 100 persen,” ujar Wachid di Gedung DPR RI.

Menurutnya, capaian tersebut berlaku secara nasional. Provinsi Aceh yang sempat diperkirakan mengalami kendala pelunasan justru mencatatkan realisasi yang baik.

“Aceh itu kemarin sudah di angka 90,8 persen. Kalau nasional hari ini sudah 100 persen, pasti Aceh juga sudah di atas 90 persen,” kata dia.

Selain Aceh, Wachid memaparkan capaian pelunasan di sejumlah provinsi lain yang sempat terdampak banjir. Sumatra Barat telah mencapai 100 persen, sementara Sumatra Utara berada di angka 95,64 persen.

“Artinya sudah aman. Alhamdulillah, melihat fakta ini ternyata jemaah sudah mempersiapkan haji jauh-jauh hari,” ujarnya.

Dengan pelunasan yang telah tuntas, Wachid meminta Kementerian Haji segera memfokuskan perhatian pada tahapan persiapan berikutnya, terutama penetapan pemondokan jemaah.

"Pemondokan saya sudah kasih tahu paling akhir tanggal 20 Januari ini pemondokan sudah 100 persen,” kata Legislator Gerindra itu.

Editorial Team