Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri pemakaman ibunya di Bogor, Kamis (17/2/2026)
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri pemakaman ibunya di Bogor, Kamis (17/2/2026). Istimewa.

Intinya sih...

  • Tekad melanjutkan kebaikan sang ibunda Bagi Farhan, momen ini adalah wujud bakti terakhirnya sebagai seorang putra. Dalam sambutannya yang terbata-bata, ia berjanji akan menjaga warisan kebaikan yang telah ditinggalkan oleh almarhumah semasa hidupnya.

  • Meminta doa agar sang ibu mendapat tempat terbaik Dalam suasana khidmat tersebut, Farhan mengajak seluruh pelayat dan masyarakat untuk mengirimkan doa. Ia berharap sang ibunda berpulang dalam keadaan husnul khotimah dan dipertemukan kembali dengan keluarga yang telah mendahului.

  • Komitmen selesaikan urusan utang jika ada Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai anak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Suasana duka menyelimuti keluarga besar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Ibunda tercinta, Nani Rubiyana, telah berpulang pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB. Kepergian sosok ibu ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi Farhan yang selama ini dikenal sebagai pemimpin tegar.

Suasana sangat emosional saat jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Farhan, yang biasanya tampil berwibawa di depan publik, tak kuasa menahan air mata.

Dengan mata sembab, ia tampak tertunduk lesu di samping pusara sang ibu.

Sejumlah pejabat publik, termasuk Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, terlihat hadir untuk memberikan dukungan moral dan penguatan bagi Farhan di masa sulit ini.

1. Tekad melanjutkan kebaikan sang ibunda

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, hadiri MilkLife Soccer Challenge Bandung 2025. (Dok. Megapro)

Bagi Farhan, momen ini adalah wujud bakti terakhirnya sebagai seorang putra. Dalam sambutannya yang terbata-bata, ia berjanji akan menjaga warisan kebaikan yang telah ditinggalkan oleh almarhumah semasa hidupnya.

“Ini menjadi pengingat bagi kami agar kami bisa terus melanjutkan segala kebaikan yang telah dibangun dan dibuat oleh almarhumah,” ujar Farhan dengan suara bergetar.

2. Meminta doa agar sang ibu mendapat tempat terbaik

Wali Kota Bandung Farhan (Dok. Istimewa)

Dalam suasana khidmat tersebut, Farhan mengajak seluruh pelayat dan masyarakat untuk mengirimkan doa. Ia berharap sang ibunda berpulang dalam keadaan husnul khotimah dan dipertemukan kembali dengan keluarga yang telah mendahului.

“Berikanlah doa kepada almarhumah. Semoga beliau diampuni serta dilapangkan alam kuburnya, dan bisa bertemu kembali dengan ayah kami serta orang tuanya,” ungkapnya.

3. Komitmen selesaikan urusan utang jika ada

Ilustrasi Duka Cita (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai anak, Farhan secara terbuka memohon maaf atas segala kesalahan ibundanya. Ia juga menegaskan bahwa keluarga siap bertanggung jawab penuh atas segala urusan yang belum terselesaikan di dunia.

“Apabila ada utang ataupun janji dari almarhumah yang belum terpenuhi, maka sampaikanlah kepada kami. Itu menjadi konsekuensi dan kewajiban bagi kami, putra dan putrinya, untuk memenuhi,” pungkas Farhan.

Editorial Team