Jakarta, IDN Times - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengklaim tekanan kepada dirinya didapat pertama kali setelah ia menolak kehadiran Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 yang sempat akan digelar di Indonesia.
"Tekanan terhadap saya diawali akibat sikap politik yang saya sampaikan dengan menolak kehadiran kesebelasan Israel," ujar Hasto saat membaca nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).
Hasto kemudian mengaitkan hal tersebut dengan aspek ideologis dan historis PDIP. Selain itu, penolakan tersebut selaras dengan sikap pemerintah menolak Israel dalam ASIAN Games di Jepang.
Penolakan itu membuat Indonesia disanksi. Kemudian, Indonesia mempelopori Games of The New Emerging Forece (Ganefo) dan didirkan Stadion Gelora Bung Karno.
"Dengan demikian, eksistensi Gelora Bung Karno berkaitan erat dengan sikap penolakan terhadap Israel. Meskipun sikap kritis PDI Perjuangan tersebut mengakibatkan penurunan elektoral partai, namun kebenaran adalah kebenaran yang tidak bisa ditransaksikan, selain harus untuk diperjuangkan," ujar dia.
Diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto didakwa telah melakukan perintangan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus eks caleg PDIP Harun Masiku.
Pertama, Hasto diduga memerintahkan Harun Masiku merendam ponsel agar tidak terlacak usai KPK menangkap Wahyu Setiawan. Kedua, Hasto meminta ajudannya, Kusnadi, merendam ponsel milik Sekjen PDIP itu saat diperiksa di KPK pada Juni 2024.
Selain itu, ia juga didakwa turut serta menyuap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap senilai Rp600 juta itu diberikan agar Wahyu Setiawan mengurus penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 Harun Masiku.
Hasto didakwa telah melanggar Pasal 5 atau Pasal 13 serta Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Kourpsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Hasto Klaim Dapat Tekanan Sejak Tolak Timnas Israel di Indonesia

Sidang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Dok. PDIP)
Curated For You
- Hasto Sebut Eks Ketua KPU Ditekan karena Sewa Private Jet10 Jul 2025, 12:44 WIB
Editorial Team
EditorDeti Mega Purnamasari
Related Article
TOP 5: Febrie Diperiksa Kejagung hingga Bandara Beroperasi Kembali09 Sep 2026, 05:00 WIB
Mantan Guru Pengganti di Finlandia Diadili Kasus Pelecehan 361 Anak09 Sep 2026, 02:08 WIB
Rusia dan Korut Resmikan Jembatan Jalan Raya Pertama09 Sep 2026, 01:34 WIB
Selalu Mendahulukan Pasangan? Ini Bahaya yang Sering Tak Disadari09 Sep 2026, 01:00 WIB
Nepal Tindak Tegas Perundungan Daring terhadap Penyintas Banjir09 Sep 2026, 00:53 WIB
Bercanda Main Busur, Pelipis Remaja di Makassar Tertancap Anak Panah08 Sep 2026, 23:32 WIB
Dari Umpan Rumahan ke Produk Siap Pakai, Umpan Djempol Ikuti Perubahan08 Sep 2026, 23:27 WIB
Bandara Soetta Dibuka, Penerbangan Makassar-Jakarta Kembali Normal08 Sep 2026, 23:12 WIB
Viral Dugaan Perpeloncoan di FMIPA Unhas, Mahasiswa Diduga Ditampar08 Sep 2026, 23:10 WIB
Desak Stop MBG, Emak-Emak Pukul Panci dari Tugu Jogja ke UGM 08 Sep 2026, 23:04 WIB
Polda Sulsel Mengaku Belum Temukan Polisi Terima Setoran dari Passobis08 Sep 2026, 23:03 WIB
Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17 Sumut Digelar, Perebutkan Piala Gubernur08 Sep 2026, 23:01 WIB
ANTARA Bantu Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau08 Sep 2026, 22:55 WIB
Semarang Negatif Abu Vulkanik, Dinkes Imbau Warga Tetap Harus Waspada08 Sep 2026, 22:47 WIB
DPRD Bali Soroti Aturan BTT yang Batasi Penanganan Bencana08 Sep 2026, 22:25 WIB
Ada 26 Titik Api di Sumut, 15 Kabupaten Terdampak Asap08 Sep 2026, 22:14 WIB
Mengapa Elektrifikasi Wajib Dimulai dari Bus Publik?08 Sep 2026, 22:11 WIB
Kim Jong Un Resmikan Kang Kon, Kapal Perang Terbesar Korut08 Sep 2026, 22:03 WIB
Erupsi Anak Krakatau, DPR Ingatkan Bantuan Warga tak Boleh Terhenti08 Sep 2026, 21:50 WIB
Karhutla Meluas di Kalimantan, BNPB: Kualitas Udara Sudah Bahaya08 Sep 2026, 21:47 WIB