Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak berdiri sebagai respons emosional sesaat, melainkan berakar kuat pada konstitusi dan hukum internasional yang lahir dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan Seminar Nasional bertema relevansi Gerakan Asia Afrika di tengah dinamika geopolitik global.
Menurut Hasto, KAA bukan hanya forum diplomasi biasa, tetapi tonggak sejarah ketika negara-negara Asia-Afrika secara kolektif menetapkan posisi terhadap isu global, termasuk Palestina. Ia mengingatkan bahwa dalam komunike politik KAA, dukungan terhadap hak bangsa Arab atas Palestina telah dinyatakan secara eksplisit sebagai bagian dari komitmen menjaga perdamaian dunia.
"Dalam komunike KAA, sangat jelas disebutkan bahwa adanya ketegangan di Timur Tengah akibat masalah Palestina adalah bahaya bagi perdamaian dunia. KAA menyerukan pelaksanaan resolusi PBB dan penyelesaian damai. Inilah hukum internasional yang kita ciptakan sendiri melalui Semangat Bandung," ujar Hasto saat peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
