Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hasto: Kritik di Pemerintahan Jokowi Banyak dan Benar, Jangan Terulang
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya pemerintah dan partai koalisi tidak mengabaikan kritik publik, belajar dari pengalaman PDIP saat mendampingi pemerintahan Jokowi.
  • Ia menilai kritik merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa yang bisa membantu memperbaiki kebijakan, bukan serangan terhadap pemerintah.
  • Hasto menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang dinilai ideologis dan positif, namun masih memiliki catatan dalam pelaksanaan di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hasto bilang dulu waktu partainya kerja sama dengan Pak Jokowi, banyak orang kasih kritik dan ternyata banyak yang benar. Dia bilang kritik itu penting biar negara bisa lebih baik. Sekarang dia minta pemerintah dan partai jangan cuek kalau ada orang ngomong atau kasih saran. Itu tanda sayang sama bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan betapa pentingnya pemerintah dan partai koalisi untuk tidak mengabaikan kritik masyarakat. Dia mengacu pada pengalaman saat partainya berada dalam pemerintahan Joko "Jokowi" Widodo, di mana sejumlah kritik yang muncul, belakangan terbukti benar.

“Tadi di dalam pembukaan, saya juga menyampaikan bahwa kritik itu sehat bagi demokrasi. Sebenarnya ini PDI Perjuangan juga ingin sharing. Ketika kami berada di dalam pemerintahan, khususnya pada periode kedua Presiden Jokowi, muncul banyak kritik,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

“Dan kemudian ternyata banyak kritik-kritik yang diberikan itu adalah suatu kebenaran,” sambungnya.

1. Ingatkan pemerintah jangan abaikan kritik publik, belajar dari pengalaman PDIP

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Hasto menyebut pengalaman itu jadi pelajaran bagi PDIP agar kekuatan politik yang saat ini berada di pemerintahan, tidak mengulangi kesalahan serupa, dengan mengabaikan kritik publik. Maka itu, dia berharap, partai yang ada di pemerintah tak mengulangi pengalaman yang sama seperti PDIP.

“Sehingga kami tidak ingin partai yang berada di dalam pemerintah mengalami pengalaman seperti PDIP saat itu,” ujarnya.

2. Kritik justru sebagai bentuk rasa cinta kepada bangsa

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan (IDN Times/Lia Hutasoit)

Hasto mengatakan kritik seharusnya dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa, bukan sebagai serangan terhadap pemerintah. Menurutnya, masukan dari publik dapat menjadi kontribusi penting dalam memperbaiki pelaksanaan kebijakan.

“Sehingga kita jadikan berbagai kritik justru sebagai bentuk rasa cinta kepada bangsa dan negara untuk memberikan suatu kontribusi, ketika melihat di dalam pelaksanaan suatu kebijakan dengan visi yang baik dari Presiden Prabowo, tetapi dalam praktiknya kemudian menimbulkan berbagai persoalan-persoalan,” kata dia.

3. Sebut MBG program sangat ideologis namun ada catatan

SPPG yang memberikan layanan MBG di SMPN 3 Jetis, Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Sebagai contoh, Hasto menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki tujuan yang sebenarnya positif, namun masih menghadapi sejumlah catatan dalam implementasinya.

“Seperti misalnya belanja dari makan bergizi gratis. Padahal, programnya sangat ideologis, menyentuh kebutuhan rakyat, tetapi dalam praktiknya, PDIP mencermati banyak hal yang telah disuarakan oleh masyarakat, dan itu harus ditanggapi dengan terbuka,” ujarnya.

Editorial Team