Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Imbas Harga Sapi Tinggi, Pedagang Daging se-Jabodetabek Mogok Jualan
Pedagang daging di Pasar Tambahrejo Surabaya, Umik Wahid (IDN Times/Khusnul Hasana)

Intinya sih...

  • Harga daging sapi semakin tinggi, memberatkan pedagang dan masyarakat

  • Daya beli masyarakat menurun, berdampak pada pedagang daging di pasar tradisional

  • Pemerintah diminta mengambil langkah kongkret untuk menstabilkan harga daging sapi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta menggelar aksi mogok berjualan yang akan dilakukan oleh pedagang daging sapi dan bandar sapi potong di wilayah Jabodetabek.

Aksi mogok dagang tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 22 Januari 2026 hingga Sabtu, 24 Januari 2026, dan dilakukan di seluruh pasar tradisional serta rumah potong hewan (RPH) se-Jabodetabek.

"Seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” tulis Ketua DPD APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama dalam surat bernomor 175/PABB-APDI/I/2026, Kamis (22/1/2026)

1. Harga daging sapi tinggi

Rendang daging sapi di Payakumbuh, Sumatra Barat (IDN Times/Sunariyah)

Dalam surat pemberitahuan resmi kepada Mabes Polri menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes dan keprihatinan atas tingginya harga komoditas daging sapi yang dinilai semakin memberatkan pedagang maupun masyarakat.

APDI menilai, hasil rapat dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait pada 5 Januari 2026 mengenai jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan tidak terealisasi.

"Selain itu, harga sapi hidup dari feedloter dinilai terlalu tinggi, diikuti kenaikan harga karkas dari rumah potong hewan," ucapnya

2. Menurunnya daya beli

Muri Astuti (55), pedagang daging sapi di Pasar Besar Ngawi. IDN Times/ Riyanto.

Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, yang berdampak langsung pada pedagang daging di pasar tradisional.

Pihaknya juga menimbang aspirasi dan pendapat dari anggota (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging hilirisasi Pasar Tradisional Se-Jabodetabek serta masyarakat menengah ke bawah yang merasa sangat terdampak oleh tingginya harga komoditas daging sapi.

"Bahwa dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) sebagai Organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan," tegasnya.

3. Pemerintah diminta ambil langkah kongkret

Ilustrasi pedagang daging sapi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Selain kepada Polri, surat pemberitahuan aksi mogok dagang ini juga ditembuskan kepada Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, Komisi IV DPR RI, Polda Metro Jaya, serta pengelola rumah potong hewan se-Jabodetabek.

APDI berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging sapi demi menjaga hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di sektor hilirisasi daging.

Editorial Team