RSUD Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Dikonfirmasi soal ini, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan, pemotongan gaji tidak terjadi kepada semua karyawan. Dia menyebutkan, pegawai administrasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak terdampak kebijakan tersebut.
"Informasi mengenai adanya pemotongan penghasilan bagi pegawai RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid tidak sepenuhnya tepat, karena bagi pegawai administrasi BLUD tidak terkena rasionalisasi yang dilakukan oleh RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).
Meski begitu, lanjut Ellya, pihaknya memastikan pelayanan medis kepada masyarakat akan berjalan dengan normal.
"Meskipun RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid sedang diterpa dengan berbagai macam issue miring, namun RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat, dan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," jelas dia
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi memiliki utang mencapai Rp70 miliar. Dia juga menyampaikan saat ini utang tersebut tengah ditangani manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kota Bekasi.
“Jadi ini harusnya dalam konstelasi relaksasi bahwa hari ini RSUD ada terkait dengan jumlah tanggungan yang harus ditanggung oleh BLUD, bahwa pada kurang lebih sekira Rp70 miliar, yang memang harus kami selesaikan terkait dengan proses operasional RSUD yang ada,” kata Tri, dikutip Jumat (9/1/2026).i,