Jakarta, IDN Times - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Ketua KontraS, Andrie Yunus, merupakan anggota TNI. Keempatnya sehari-hari bekerja di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
"Yang pertama, inisial NDP pangkatnya kapten, kemudian SL pangkatnya Lettu (Letnan Satu), BHW pangkatnya Lettu (Letnan Satu) dan yang terakhir ES pangkatnya Serda (Sersan Dua)," ujar Yusri memaparkan inisial keempat pelaku dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Pusat pada Rabu (18/3/2026).
Keempatnya berasal dari matra TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL). Ketika ditanyakan peran dari masing-masing pelaku, Yusri menyebut pihaknya masih mendalami lebih lanjut. Namun, dua anggota TNI menjadi eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie.
"Kami masih terus mendalami keempat pelaku ini berbuat apa dan masing-masing perannya apa. Yang pasti dua di antaranya merupakan eksekutor. Itu berdasarkan dari rekaman CCTV," kata jenderal bintang dua itu.
"Dua anggota lainnya di mana dan sebagai apa (perannya) masih kami dalami," imbuhnya.
Saat ini keempat pelaku sudah berstatus tersangka dan ditahan sel penahanan dengan pengamana maksimum di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan.
Andrie disiram air keras oleh anggota TNI pada Kamis (12/3/2026) pukul 22.30 WIB di area Salemba, Jakarta Pusat. Ia disiram ketika mengendarai motor dan usai menuntaskan program siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengenai remiliterisasi.
