Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Injak Usia 70 Tahun, Jimly: Semoga Estafet Perjuangan Saya Dilanjutkan
Acara ulang tahun Jimly Asshiddiqie yang ke-70 di Jakarta pada Selasa (21/4/2026)(dok. Istimewa)
  • Jimly Asshiddiqie merayakan ulang tahunnya ke-70 di Jakarta sambil berharap generasi muda meneruskan perjuangan dan ide-idenya dalam bidang ketatanegaraan.
  • Dalam usia 70 tahun, Jimly telah menulis lebih dari 80 buku yang ia harapkan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan pengingat untuk terus berkarya.
  • Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD mengenang peran besar Jimly sebagai pendiri serta pelopor Mahkamah Konstitusi yang membangun fondasi kuat bagi lembaga tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 April 2026

Jimly Asshiddiqie merayakan ulang tahunnya yang ke-70 di Jakarta bersama tokoh-tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, dan Hatta Ali. Ia baru keluar dari rumah sakit malam sebelumnya dan menyampaikan rasa syukur dapat berkumpul kembali.

21 April 2026

Dalam acara tersebut, Jimly berharap estafet perjuangan dan ide-idenya tentang ketatanegaraan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. Ia juga menyebut telah menerbitkan lebih dari 80 buku sepanjang hidupnya sebagai kontribusi bagi bangsa.

21 April 2026

Yusril Ihza Mahendra mengenang perjalanan akademik bersama Jimly di UI dan memuji integritasnya yang tidak berafiliasi dengan partai politik. Mahfud MD turut mengapresiasi peran Jimly dalam membangun fondasi kuat bagi Mahkamah Konstitusi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Perayaan ulang tahun ke-70 Jimly Asshiddiqie yang disertai harapan agar estafet perjuangan dan ide-idenya di bidang ketatanegaraan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
  • Who?
    Jimly Asshiddiqie bersama sejumlah tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra, Mahfud MD, dan Hatta Ali hadir dalam acara tersebut.
  • Where?
    Kegiatan perayaan berlangsung di Jakarta dengan kehadiran para sahabat dan rekan Jimly dari berbagai kalangan hukum dan pemerintahan.
  • When?
    Acara digelar pada Selasa, 21 April 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Jimly Asshiddiqie.
  • Why?
    Jimly ingin menjadikan momentum ulang tahunnya sebagai pengingat pentingnya meneruskan gagasan-gagasannya tentang ketatanegaraan serta rasa syukur atas perjalanan hidupnya.
  • How?
    Perayaan dilakukan secara sederhana dengan sambutan dari Jimly yang baru keluar dari rumah sakit, disertai ucapan terima kasih dan refleksi bersama para tamu undangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Jimly ulang tahun ke-70 di Jakarta. Dia baru sembuh dari rumah sakit dan senang bisa kumpul sama teman-temannya seperti Pak Yusril, Pak Mahfud, dan Pak Hatta. Pak Jimly sudah bikin lebih dari 80 buku. Dia ingin anak muda teruskan perjuangannya dan ide-idenya supaya negara jadi lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perayaan ulang tahun ke-70 Jimly Asshiddiqie mencerminkan perjalanan panjang yang penuh kontribusi dan keteladanan. Meski baru pulih dari rumah sakit, ia tetap menunjukkan semangat syukur dan komitmen terhadap gagasan ketatanegaraan. Dengan lebih dari 80 buku yang telah diterbitkan serta pengakuan rekan-rekannya atas perannya membangun Mahkamah Konstitusi, momen ini menjadi simbol keberlanjutan nilai dan dedikasi intelektualnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, berharap estafet perjuangannya dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Jimly menyadari ide-idenya perlu waktu agar bisa diterapkan.

Hal itu dikatakan Jimly dalam kegiatan perayaan ulang tahunnya yang ke-70 di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Jimly menyebut, ulang tahunnya dapat menjadi pengingat pentingnya penerapan ide-idenya terkait ketatanegaraan.

"Ulang tahun biasanya mengenang tanggal, mengenang tempat, mengenang peristiwa, kali ini kita mengenai ide-ide. Mudah-mudahan kita bisa terus berkomunikasi, berkesinambungan, estafet perjuangan tentang ide-ide tanpa henti," kata Founder Jimly School of Law and Government (JSLG) ini.

1. Jimly menyampaikan rasa syukur bisa merayakan HUT dengan orang terdekat

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie periode 2003 hingga 2008 ketika berbicara di aula Gedung MK. (IDN Times/Santi Dewi)

Jimly merasa bersyukur dapat merayakan ulang tahunnya bersama orang-orang terdekatnya seperti Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, eks Menkopolhukam Mahfud MD, eks Ketua MA Hatta Ali. Jimly mengaku baru keluar dari rumah sakit.

"Syukur alhamdulillah, saya baru keluar rumah sakit nih tadi malam, masih gemetaran. Alhamdulillah hari ini sudah bisa bersama bapak ibu sekalian untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur," ujar Jimly.

2. Jimly terbitkan 80 buku

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam usianya yang menginjak 70 tahun, Jimly sudah menerbitkan lebih dari 80 buku. Berarti Jimly sudah menerbitkan buku lebih dari 1 per tahun hidupnya.

Jimly merasa bersyukur atas kesempatan menerbitkan buku yang begitu banyak. Jimly berharap karyanya itu dapat menjadi sumbangsih bagi bangsa.

"Alhamdulillah syukur alhamdulillah, mudah-mudahan ini berkah untuk saya mengingatkan untuk berbuat lebih banyak lagi," ucapnya.

3. Jimly dianggap layak jadi pelopor MK

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode pertama, Jimly Asshiddiqie (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra punya kenangan khusus terhadap Jimly. Keduanya sempat aktif di Masjid Al-Azhar dan UI. Bahkan Yusril mengetahui Jimly sempat sedih saat dirinya keluar dari program Pascasarjana UI.

"Pak Jimly sedih saya keluar dari pascasarjana UI. Tapi akhirnya ketemu lagi saat saya di Setneg. Saya mampir di kantor Jimly, ngobrol-ngobrol terus kata Jimly kita maju saja guru besar, kami melompat, diteken tanda tangan SK-nya Pak Harto," ucap Yusril.

Yusril memuji sikap Jimly yang memilih tak menjadi kader parpol tertentu. Jalan itulah yang menurut Yusril membuat Jimly layak memimpin MK.

"Pak Jimly diajak bikin parpol nggak mau, itu urusan kamu (Yusril) sajalah. Lalu tidak ada orang lebih pantas pimpin MK selain Pak Jimly," ucap Yusril.

Sedangkan Mahfud MD bersyukur atas jasa Jimly saat memimpin MK. Mahfud mengaku mendapat fondasi kuat memimpin MK karena jasa Jimly selaku pendiri MK.

"Ketika saya menjadi Ketua MK itu, MK sudah jadi. Pak Jimly yang membangun. Kalau tidak ada Pak Jimly mungkin tidak sehebat sekarang MK. Waktu itu Pak Jimly membangun luar biasa, lalu saya jadi gantinya tinggal meneruskan saja," ucap Mahfud.

Editorial Team