InJourney kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi secara menyeluruh salah satunya dengan membangun budaya kerja unggul dan berdaya saing global. Berdasarkan hasil survei Great Place To Work® (GPTW) Trust Index© 2026, sebanyak 91 persen karyawan menyatakan InJourney sebagai salah satu perusahaan tempat bekerja yang hebat (Great Place to Work) dengan rata-rata skor model mencapai 81 persen. (Dok. InJourney)
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kolaborasi strategis GM Airport Academy bersama Incheon International Airport. Program ini dirancang untuk mempercepat transformasi kepemimpinan di sektor kebandarudaraan dengan membekali para General Manager dengan perspektif global, serta mendorong pergeseran pola pikir operasional menuju CEO Mindset untuk memberikan layanan terbaik di seluruh bandara Indonesia yang menjadi wajah ekosistem aviasi dan pariwisata bangsa.
Di sisi lain, InJourney juga mengimplementasikan Training of Trainers dalam skala nasional melalui program Indonesian Hospitality Training. Program ini menargetkan seluruh karyawan untuk menginternalisasi nilai hospitality khas Indonesia. Dengan pendekatan ini, lebih dari 8.000 frontline diharapkan mampu menghadirkan layanan berstandar dunia pada tahun 2025. Komitmen peningkatan kualitas SDM diperkuat melalui kemitraan dengan institusi global terkemuka. InJourney membuka akses terhadap program sertifikasi profesional hingga beasiswa pendidikan tinggi, termasuk kerja sama dengan lembaga internasional seperti Airport Council Internasional, IMD Business School, INSEAD, National University of Singapore, dan perusahaan-perusahaan terbaik dunia dalam ekosistem aviasi dan pariwisata.
Sebagai puncak dari arsitektur pengembangan talenta, InJourney memiliki program InJourney Future Leaders Development Program yang hadir sebagai akselerator kepemimpinan masa depan di ekosistem pariwisata Indonesia. Program ini mengkombinasikan pembelajaran kelas dunia, perjalanan pengembangan individual, dan pengalaman global immersion.
“Sebagai bagian dari strategi pengembangan pegawai yang terstruktur dan berkelanjutan, kami memastikan bahwa standarisasi layanan tidak hanya menjadi program pelatihan, tetapi menjadi fondasi pembentukan kompetensi dan budaya kerja di seluruh lini organisasi. Pendekatan ini memastikan setiap insan InJourney terus berkembang, relevan dengan standar internasional, serta memiliki customer-oriented mindset yang kuat dalam setiap peran yang dijalankan,” kata Herdy.
Melalui Indonesian Hospitality Training, lebih dari 10.000 karyawan telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari guna menginternalisasi nilai service excellence dan keramahtamahan khas Indonesia sebagai kompetensi inti. Inisiatif ini diperkuat dengan Digital Learning Campaign bersama LinkedIn Learning yang menjangkau lebih dari 45.000 pegawai, membuka akses pembelajaran global secara mandiri, adaptif, dan berkelanjutan.
Pengembangan pegawai tersebut juga dirancang berdampak luas melalui program TJSL InJourney Hospitality House, yang memperluas transfer pengetahuan dan standar layanan hingga ke masyarakat sekitar destinasi. Dengan metode Train the Trainer (TTT), 17 Local HEROES telah dilatih untuk kemudian membekali lebih dari 6.000 pelaku pariwisata dan masyarakat sekitar dengan kompetensi hospitality dasar dan lanjutan. Skema ini menciptakan kesinambungan antara penguatan kapasitas internal perusahaan dan pembangunan ekosistem pariwisata yang profesional serta inklusif.
Melalui sinergi pengembangan talenta internal dan pemberdayaan komunitas di sekitar destinasi, InJourney menghadirkan standar layanan yang terintegrasi dan konsisten dengan menghadirkan pengalaman yang profesional, hangat, dan berkelas dunia serta mendorong peningkatan daya saing SDM Indonesia di panggung industri global.