Comscore Tracker

Jeritan Tukang Ojek Pangkalan, Dapat Rp20 Ribu Sehari Gegara Corona

Sejak pandemik virus corona pendapatan mereka turun drastis

Lebak, IDN Times - Wabah virus corona membuat semua masyarakat terdampak. Salah satu kelompok masyarakat yang menderita akibat virus corona adalah  pengemudi ojek pangkalan.

Di Lebak, Banten, seorang tukang ojek pangkalan bernama Ani Sutarkip mengeluh tak bisa membawa pulang banyak rupiah selama masa pandemik COVID-19.

"Paling pulang ke rumah membawa uang Rp20.000 per hari," kata Ani (50), yang sehari-hari mangkal menunggu penumpang di Stasiun Rangkasbitung. 

Pendapatan Ani dan juga teman-teman sesama tukang ojek pangkalan ini jelas jauh berbeda dari sebelum masa pandemik virus corona. Sebelum virus corona mewabah, pendapatan Ani dan rekan-rekannya bisa hingga Rp100 ribu. 

1. Pemasukan tidak lancar dalam tiga bulan terakhir

Jeritan Tukang Ojek Pangkalan, Dapat Rp20 Ribu Sehari Gegara CoronaIDN Times/Ita Malau

Ani mengatakan, pendapatannya menurun sejak 3 bulan lalu atau sejak pemerintah memberlakukan aturan-aturan untuk mencegah penyebaran COVID-19, termasuk protokol kesehatan. 

Hal itu membuat masyarakat harus menghabiskan aktivitas di rumah, dan mengurangi kegiatan yang bisa mengundang massa banyak maupun kerumunan. Ojek pun turut terdampak. 

"Kami sangat terpukul. Pendapatan sebesar itu (Rp20 ribu) hanya bisa bertahan menghidupi dua anak," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (29/5). 

2. Biasanya Lebaran jadi momen para pengemudi ojek mendapat uang lebih

Jeritan Tukang Ojek Pangkalan, Dapat Rp20 Ribu Sehari Gegara CoronaPasar Rangkasbitung, Lebak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Pengemudi ojek lainnya, Maman (45), mengungkapkan bahwa Lebaran biasanya menjadi momen bagi dia dan rekan-rekannya mendapat pemasukan lebih. Di tahun-tahun sebelumnya, dia bisa membawa pulang hingga Rp300 ribu usai Lebaran, karena ramainya penumpang yang berbelanja ke Pasar Rangkasbitung.

Namun, pandemik kian meluas sehingga pendapatan dia dan rekan pengemudi ojek lainnya benar-benar turun drastis. Bahkan, Lebak kini melaporkan ada dua kasus positif COVID-19. 

"Kami pagi ini hanya baru mendapatkan dua penumpang dengan menghasilkan Rp20.000," ujarnya. Karena sepinya penumpang, maka sebagian besar pengemudi ojek terpaksa menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil duduk-duduk di pangkalan.

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 di Lebak Jadi 2

3. Pengemudi ojek merasa terbantu dari bantuan sosial yang mereka terima

Jeritan Tukang Ojek Pangkalan, Dapat Rp20 Ribu Sehari Gegara CoronaWarga serang penerima bantuan sosial di tengah pandemik COVID-19 (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Meski demikian, Maman mengakui, dia terbantu dengan pemberian bantuan sosial dari pemerintah yang disalurkan sebelum Lebaran. Pembagian dana bantuan langsung tunai itu, kata dia, sangat meringankan beban ekonomi keluarga dan bisa memenuhi kebutuhan pangan. "Karena pendapatan ojek pangkalan sangat terpuruk," ujarnya.

Beberapa pengemudi ojek pangkalan Terminal Mandala Kabupaten Lebak juga mengatakan, mereka sangat terpukul dengan merebaknya COVID-19 hingga pendapatan merosot dibandingkan hari normal.

Biasanya, ojek di wilayah tersebut mengandalkan pemasukan dari penumpang bus, namun saat pandemik COVID-19, semua bus trayek AKAP maupun AKDP tidak beroperasi.

"Kami berharap pandemik COVID-19 segera berakhir dan kembali pendapatan normal," katanya.

4. Sedikitnya 33.294 KK di Banten sudah menerima bantuan sosial

Jeritan Tukang Ojek Pangkalan, Dapat Rp20 Ribu Sehari Gegara CoronaSalah satu warga penerima BST dari Kemensos. IDN Times/Daruwaskita

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten sudah menyalurkan bantuan sosial (bansos) program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak COVID-19 kepada 33.294 Kepala Keluarga (KK) dengan total anggaran tersalurkan Rp21,822 miliar.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, puluhan ribu KK penerima bansos tersebut tersebar di empat kabupaten/kota.

Nurhana mengungkapkan, total penerima bansos program JPS yang digulirkan Pemprov Banten adalah 421.177 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi anggaran sekitar Rp709,2 miliar.

Untuk empat kabupaten/kota lainnya saat ini dalam proses pembukaan rekening kolektif (burekol) pada bank-bank penyalur. Adapun keempat daerah tersebut adalah Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak. 

"Empat kabupaten lainnya sudah siap salur, saat ini sedang proses burekol. Diharapkan sudah bisa berjalan penyalurannya di minggu ini," kata Nurhana.

Baca Juga: [LINIMASA] Banten Melawan COVID-19 Jelang New Normal

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya