Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jakarta sepi
Jakarta bak kota mati usai demo besar-besaran (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Jakarta sepi pada malam Minggu setelah demo besar-besaran berujung ricuh di beberapa titik ibu kota.

  • Halte Transjakarta dan LRT Jabodetabek kosong, jalanan lengang setelah demo yang dipicu oleh kemarahan warga terhadap kematian driver ojol.

  • Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen sebagai dampak dari demo tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Malam Minggu biasanya menjadi momen ramai di sejumlah sudut ibu kota, mulai dari kawasan Monas, Thamrin, Bundaran HI, Sudirman sampai Kuningan yang dikenal sebagai pusat keramaian Jakarta.

Namun, pada Sabtu (30/8/2025) malam atau malam Minggu, suasana Jakarta tampak berbeda. Pantauan IDN Times, Jakarta seolah sudah tidur pada pukul 20.00 WIB. Jalanan lengang, hanya beberapa pengendara yang melintas.

Halte Transjakarta yang biasanya penuh penumpang kini tampak kosong. Bus yang lewat tidak lagi mengular dengan antrean panjang. Kondisi serupa terlihat di LRT Jabodetabek, yang malam ini jauh lebih sepi dari biasanya.

Sepinya Jakarta tidak lepas dari dampak demo besar-besaran berujung ricuh yang terjadi di sejumlah titik ibu kota, di antaranya kawasan Kramat Kwitang dan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen, pada Jumat (29/8/2025).

Demo besar-besaran ini dipicu oleh kemarahan warga setelah seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.

Editorial Team