Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jaksa Agung Sentil Kuntadi karena Ulang Tahun Mewah Badan Pemulihan Aset
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Rabu (12/3/2025). (dok. Puspenkum Kejagung)

Intinya sih...

  • Perayaan ulang tahun terkesan mewah

  • Jaksa Agung ingatkan soal perawatan aset sitaan

  • Jaksa Agung ingin mobil mewah hasil sitaan dipajang seperti showroom

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin, menegur Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, karena menyelenggarakan syukuran ulang tahun satuan kerjanya.

Dalam perayaan itu dilakukan pemotongan tumpeng di gedung baru Badan Pemulihan Aset, dengan dihadiri seluruh pejabat utama Kejaksaan Agung.

"Saya ingin juga mengingatkan kembali nanti kalau karena setiap bidang ulang tahun, nah kalau bidangnya sudah ada delapan, delapan bulan nanti ulang tahun terus. Nanti boleh-boleh aja, tetapi dilakukanlah dengan tidak terlalu ini agak besaran ini," kata Burhanuddin dalam sambutannya yang disiarkan dalam akun resmi YouTube Kejaksaan, Kamis (12/2/2026).

1. Perayaan ulang tahun terkesan mewah

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Rabu (12/3/2025). (dok. Puspenkum Kejagung)

Burhanuddin menyatakan, perayaan ulang tahun ke-2 Badan Pemulihan Aset ini terkesan mewah. Padahal, perayaan bisa cukup dengan memotong tumpeng di internal Badan Pemulihan Aset saja.

"Ya bolehlah potong tumpeng di antara teman-teman sendiri itu aja yang saya harapkan, tidak karena begini, nanti ada ada bidang-bidang tahu yang yang asetnya kecil, akhirnya cuma jadi penonton aja," ucap Burhanuddin.

2. Jaksa Agung ingatkan soal perawatan aset sitaan

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno menemui Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (7/3/2025) siang. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Dia menilai, dengan tugas perampasan aset yang dimiliki Badan Pemulihan Aset, seharusnya lebih mengutamakan pemaksimalan pengembalian kerugian kepada negara. Terlebih, negara tengah membutuhkan uang untuk menyukseskan berbagai program untuk rakyat.

Burhanuddin menjelaskan, Badan Pemulihan Aset akan fokus pada pengelolaan aset sitaan yang ditangani Kejaksaan Agung saja, tidak dengan jajaran Kejati. Oleh karenanya, pemaksimalan fasilitas pengelolaan aset juga akan disesuaikan.

"Saya juga ingatkan Pak Jambin untuk ajukan dana untuk pemulihan aset, pemeliharaannya. Karena ini nilai kebersihan, nilai apa barang bukti ini nanti kalau berdebu, apapun sebaik apapun mobilnya kalau berdebu nanti harganya akan turun," tutur Burhanuddin.

3. Jaksa Agung ingin mobil mewah hasil sitaan dipajang seperti showroom

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Burhanuddin mengatakan, beberapa barang bukti mobil sport mewah milik terpidana Harvey Moeis tidak bisa mendapatkan perawatan sederhana. Jika didiamkan saja, mobil tersebut bisa rusak dan sulit dijual.

Burhanuddin berharap, mobil sitaan bisa dipajang lebih menarik seperti showroom. Dengan seperti itu, diharapkan minat pembelinya semakin tinggi.

"Terutama mobil-mobil yang STW katanya, setengah tuo. Dan tentunya sebagai salah satu badan yang berperan penting dalam lengkapnya proses penegakan hukum yang dilaksanakan bidang pidana umum dan pidana khusus, serta perbaikan tata kelola di bidang perdata dan tata usaha negara, BPA harus melakukan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsinya," ujar Burhanuddin.

Editorial Team