Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta, IDN Times – Video iklan yang menampilkan keberhasilan pemerintahan Joko ‘Jokowi’ Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun 65 bendungan dengan waktu dua musim menuai polemik. Iklan yang tayang di layar bioskop sebelum dimulainya film itu dianggap sebagian kalangan sebagai kampanye. 

Pro dan kontra terhadap iklan Jokowi tersebut menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Beberapa pihak menilai iklan tersebut tidak pantas ditayangkan lantaran Jokowi adalah calon presiden petahana yang akan bertarung di Pilpres 2019.

Apa jawaban Presiden Jokowi terhadap tudingan curi start kampanye tersebut?

1. Masyarakat perlu mendapatkan informasi

Humas BNPB

Menjawab polemik tersebut, Jokowi mengatakan bahwa masyarakat perlu mendapatkan informasi tentang hasil kerja pemerintah. 

“Ya masyarakat kan perlu mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mana yang sudah, mana yang dalam proses, mana yang akan dikerjakan. Kita ini menyampaikan apa adanya ya,” kata Jokowi setelah acara Peresmian Pembukaan Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia bertema 68 Tahun GMKI Mengabdi untuk Indonesia di Auditorium The Forest Resort Pamoyanan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip dari Antara, Jumat (14/9).

2. Sudah tugas dari Kemenkominfo

(Presiden Joko Widodo tengah berpidato di World Economy Forum di Vietnam) Biro Pers Istana Kepresidenan

Iklan yang tayang di sejumlah bioskop dan menampilkan pembangunan pemerintah itu dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komenkominfo). Jokowi mengatakan, bahwa memang sudah peran dan tugas Kemenkominfo untuk menjadi humas pemerintah. 

“Itu kan memang tugasnya Kominfo, itu amanat UU bahwa baik pembangunan yang sudah selesai atau masih dalam proses atau belum selesai harus terus diinfokan agar mereka ikuti. Apa yang dikerjakan pemerintah, apa yang belum, apa yang akan (dikerjakan), kan begitu,” kata Jokowi. 

3. Sudah pernah disampaikan 3 tahun lalu

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Hal ini diumpamakannya seperti tugas Menteri Penerangan pada masa lalu. Menurut Jokowi, hal serupa pernah disampaikan dan dilakukan Kemenkominfo yang dipimpin oleh Rudiantara sejak tiga atau empat tahun lalu. 

“Ya itu kan dari tiga, empat tahun lalu menyampaikan, sudah disampaikan. Baik lewat Youtube, TV, itu sudah kewajiban Kominfo, itu amanat UU. Lihat saja,” katanya.

Jokowi pun membantah iklan program kerja pemerintah ini merupakan kampanye dirinya di Pilpres 2019. Menurut kalian gimana guys?

Editorial Team