Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jenis Sesar di Indonesia yang Sering Jadi Penyebab Gempa Bumi
ilustrasi dampak gempa (unsplash.com/Jens Aber)
  • Indonesia memiliki sedikitnya 295 sesar aktif dari Jawa hingga Sulawesi; Flores Back-Arc Thrust memicu gempa magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026.
  • Sesar aktif penting mencakup Muria, Cugenang, Opak, Lembang, Palu-Koro, dan Sumatra; beberapa telah dikaitkan dengan gempa Tuban, Cianjur, Yogyakarta, Bandung, serta Palu-Donggala.
  • BMKG mengklasifikasikan sesar berdasarkan aktivitas menjadi aktif atau pasif, serta pergerakan normal, naik, mendatar, dan miring; gempa magnitudo 6 dari Sesar Sumatra dapat menimbulkan kerusakan signifikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 karena tanah di bawahnya bergerak. Retakan tanah ini disebut sesar. Indonesia punya banyak sesar aktif di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua. BMKG mengingatkan sesar Sumatra juga bisa merusak walau gempa tidak terlalu besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sesar aktif sering disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya gempa bumi. Sesar gempa merupakan patahan lapisan bumi yang mengalami pergeseran.

Diketahui, gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

Sesar gempa juga kerap menjadi penyebab gempa di Indonesia. Lantas, apa sebenarnya sesar gempa dan apa saja jenis sesar di Indonesia? Cek selengkapnya di bawah ini!

1. Sesar di Indonesia terdapat pembagian wilayah yang memiliki sesar aktif

Gempa NTT (dok. BMKG)

Di Indonesia, setidaknya ada 295 sesar aktif yang tersebar dari Pulau Jawa hingga Sulawesi.

Pulau Jawa memiliki 37 sesar aktif, terdiri dari sesar Cimandiri, sesar Grasela, sesar Cirebon, sesar Brebes, sesar Pekalongan, sesar Semarang, serta sesar Kendeng.

Sesar aktif terbesar di Jawa adalah Sesar Lembang yang pernah menyebabkan gempa besar pada 1699, 1834, dan 1900. 

Untuk wilayah Sumatra, ada 55 sesar aktif dengan Zona Subduksi Sumatra. Zona ini pernah menimbulkan gempa megathrust, seperti gempa Aceh 2014 dan gempa Nias 2005.

Sementara, Pulau Sulawesi memiliki 48 sesar aktif, dan Maluku, serta Papua mempunyai 79 sesar aktif.

2. Jenis sesar gempa yang ada di Indonesia

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat beberapa sesar yang menjadi penyebab gempa di Indonesia.

Penamaan sesar gempa menyesuaikan wilayahnya, mulai dari Sesar Muria, Sesar Cugenang, Sesar Opak, Sesar Lembang, Sesar Palu-Koro, Sesar Sumatra, Sesar Jawa, Sesar Meratus, hingga Sesar Bali. 

Sesar Muria diduga menjadi penyebab terjadinya Gempa Tuban. Sesar aktif ini terbentang dari barat laut ke tenggara pulau Jawa.

Sesar Cugenang merupakan sesar aktif yang melintasi sembilan desa di wilayah Cianjur dengan panjang 9 kilometer, meliputi Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Cibulakan, dan Desa Benjot. Untuk area lintasan Sesar Cugenang sendiri dilarang pembangunan permukiman maupun bangunan permanen lainnya. 

Sedangkan, sesar Opak adalah sesar aktif yang membentang di Yogyakarta. Pergeseran sesar ini sering menjadi penyebab gempa yang mengguncang Kota Gudeng.

Kemudian, sesar Lembang membentang sepanjang 30 km terletak di Jawa Barat, dekat Kota Bandung. Sesar ini menjadi salah satu penyebab utama gempa di Bandung. BMKG mencatat pergeseran sesar Lembang mencapai 5,0 mm per tahun.

Sementara, sesar Palu-Koro terletak di Sulawesi Tengah dan menjadi penyebab gempa dahsyat yang terjadi di Palu-Donggala pada 2018. 

3. BMKG ingatkan ada ancaman baru Sesar Sumatra

Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)

BMKG juga menjelaskan bahaya sesar Sumatra kepada masyarakat di Sumatra Barat. Nyatanya, magnitudo sesar Sumatra tidak begitu besar, namun dampak kerusakannya terasa signifikan. 

"Jadi tidak perlu besar magnitudonya. Magnitudo 6 saja sudah cukup merusak," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, seperti dilansir ANTARA, Minggu, 24 Maret 2024.

4. Jenis-jenis sesar berdasarkan akivitas dan pergerakannya

Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)

Sementara, berdasarkan kajian geofisika dan klasifikasi BMKG, jenis-jenis sesar (patahan) gempa bumi terbagi berdasarkan aktivitasnya dan arah pergerakannya:

Berdasarkan aktivitasnya:
1. Sesar Aktif: Patahan yang masih terus bergerak atau bergeser secara berkala akibat tekanan tektonik lempeng bumi, sehingga berpotensi tinggi memicu gempa bumi.
2. Sesar Pasif: Patahan tua yang sudah tidak menunjukkan pergerakan atau aktivitas seismik lagi.

Berdasarkan arah pergerakannya:
1. Sesar Normal (Normal Fault): Terjadi ketika blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok lainnya akibat gaya tarik/ekstensi vertikal.
2. Sesar Naik (Reverse/Thrust Fault): Terjadi ketika blok batuan terdorong ke atas akibat gaya tekan/kompresi. Varian khusus seperti Back-Arc Thrust (sesar naik busur belakang) sering memicu gempa di wilayah kepulauan Indonesia.
3. Sesar Mendatar/Geser (Strike-Slip Fault): Terjadi ketika dua blok batuan bergeser secara horizontal mendatar ke arah kanan (dextral) atau ke kiri (sinistral).
4. Sesar Miring/Kombinasi (Oblique Fault): Sesar dengan pergerakan campuran antara gaya vertikal (naik/turun) dan horizontal (geser) secara bersamaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article