Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
JK Sedih Pemimpin Tertinggi Iran Wafat Saat Serangan AS
Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Jusuf Kalla menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal akibat serangan Amerika Serikat.
  • JK menyoroti kondisi internal Iran yang tengah bergejolak dengan adanya tiga kelompok besar: pemerintah, reformis, dan monarki lama Pahlavi.
  • Ia mengkritik tindakan Amerika Serikat yang menyerang Iran saat kedua negara sedang berunding soal nuklir, menilai langkah itu tidak etis secara diplomatik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei atas serangan Amerika Serikat (AS). JK mengaku merasa sedih.

"Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat," ujar JK di kediaman pribadinya, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Meski demikian, JK menyebut, di Iran juga banyak terjadi pergolakan. Menurutnya, ada tiga kelompok berbeda di Iran.

"Walaupun tentu juga di Iran sendiri terjadi pergolakan. Banyak di Iran ada tiga kelompok, kelompok pemerintah, juga kelompok yang ingin perubahan reformasi setelah 39 tahun yang terjadi kita tahu begitu banyak demonstrasi sebulan yang lalu. Kemudian kelompok monarki yang lama Pahlavi," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, JK menganggap Amerika Serikat tidak memiliki etika menyerang Iran. Sebab, kedua negara sedang bernegosiasi terkait nuklir.

"Kemarin kita mengetahui bagaimana Amerika-Israel menyerang Iran. Padahal Iran dan Amerika sedang berunding. Dari segi etik, kalau sedang berunding jangan serang, kan," kata dia.

Editorial Team