Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KRI Prabusiliwangi-321
Pengawak KRI Prabu Siliwangi-321 menjalani sea trial perdana dari Fincantieri menuju ke Dermaga North Side Arsenale Italian Navy. (Dokumentasi TNI AL)

Intinya sih...

  • Pengujian kapal dilakukan agar prajurit TNI AL paham prosedur pengoperasian

  • KRI Prabu Siliwangi-321 jadi kapal perang terbesar yang dimiliki Indonesia

  • Nilai kontrak pembelian dua kapal perang dari Italia mencapai 1,18 miliar Euro

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kamis, 8 Januari 2026, menjadi momen berkesan bagi prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang menjadi bagian dari tim kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321. Sebab, mereka menjalani pengujian pelayaran perdana dari Fincantieri menuju ke Dermaga North Side Arsenale Italian Navy. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, mengonfirmasi adanya pelayaran percobaan perdana tersebut.

"Sea trial perdana itu di bawah komando Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja," ujar Tunggul di dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (11/1/2026).

Sebelum pelayaran perdana dimulai, Kurniawan memberikan briefing kepada seluruh prajurit yang bertujuan untuk menekankan tugas jaga dan tahapan sea trial yang akan dilaksanakan. Selama proses pelayaran, kata Tunggul, pengujian difokuskan kepada pengecekan fungsi sistem utama kapal.

"Hal itu meliputi sistem pendorongan, kemudi, navigasi, dan komunikasi internal. Kapal juga diuji pada berbagai variasi kecepatan dan manuver untuk mengenali karakteristik kapal," tutur perwira tinggi TNI AL itu.

Selain itu, turut dilatih pula koordinasi antar bagian, khususnya antara anjungan dan kamar mesin.

1. Pengujian kapal dilakukan agar prajurit TNI AL paham prosedur pengoperasian

Pengawak KRI Prabu Siliwangi-321 menjalani sea trial perdana dari Fincantieri menuju ke Dermaga North Side Arsenale Italian Navy. (Dokumentasi TNI AL)

Lebih lanjut, kata Tunggul, pengujian pelayaran juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi prajurit TNI AL yang menjadi awak dari kapal perang tersebut. Sebab, mereka harus mampu memahami prosedur pengoperasian kapal secara terpadu dan profesional.

Pengujian pelayaran perdana tersebut, kata Tunggul, merupakan tahap awal pembentukan soliditas tim dan penguasaan kapal secara menyeluruh. Hasil kegiatan, katanya, menunjukkan para pengawak telah menunjukkan kesiapan yang baik.

"Selanjutnya sea trial akan dilanjutkan hingga kapal dinyatakan siap beroperasi," tutur dia.

2. KRI Prabu Siliwangi-321 jadi kapal perang terbesar yang dimiliki Indonesia

KRI Prabu Siliwangi-321 produksi galangan kapal Italia, Ficantieri yang memperkuat armada kapal perang TNI Angkatan Laut. (Dokumentasi TNI AL)

Sebelumnya, KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Kapal itu dibangun oleh galangan kapal Fincantieri, Italia.

Kapal itu, kata Ali, dilengkapi teknologi modern, sistem persenjataan canggih, dan memiliki kemampuan tempur serta manuver tinggi.

"Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Selain itu, kapal perang ini dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia," ujar Ali ketika menerima penyerahan KRI Prabu Siliwangi-321.

Upacara penyerahan kapal KRI Prabu Siliwangi-321 dihadiri antara lain oleh Kepala Staf Angkatan Laut Italia Giuseppe Berutti Bergotto, Duta Besar Indonesia untuk Italia Junimart Girsang, Asrena KSAL Laksamana Madya TNI Hudiarto Krisno Utomo, dan Aslog KSAL Laksamana Pertama Mulyatna.

3. Nilai kontrak pembelian dua kapal perang dari Italia mencapai 1,18 miliar Euro

TNI Angkatan Laut (AL) ketika menerima kapal perang KRI Prabu Siliwangi-321 di galangan kapal Ficantieri, Muggiano, Italia. (Dokumentasi TNI AL)

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang kedua yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan. Satu kapal perang lainnya diberi nama KRI Brawijaya-320. Kapal perang itu sudah tiba di perairan Indonesia dan disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Kedua kapal itu merupakan buah dari kontrak pembelian kapal antara Pemerintah RI dan Fincantieri senilai 1,18 miliar euro yang ditandatangani Maret 2024.

Kapal Prabu Siliwangi-321 memiliki panjang 143 meter, lebar 16,5 meter, draft 5,2 meter, kecepatan maksimum 32 knot yang ditenagai oleh kombinasi mesin diesel, listrik, dan gas turbin. Kapal tersebut dipersenjatai dengan SAM: 16 VL Sistem, SSM: 8 Teseo Mk-2E, meriam 127 mm, meriam 76 mm, dan torpedo. Meski memiliki sistem peluncur vertikal, belum jelas jenis rudal yang akan dipasangkan ke kapal tersebut karena kontrak pembelian kapal tidak mencakup pembelian rudal.

Kapal ini dirancang untuk patroli lepas pantai dan mengemban berbagai tugas pertempuran (multipurpose combat ship), antara lain pengawasan perbatasan, keamanan maritim, anti-penyelundupan, pertempuran di garis depan, dan bantuan bencana.

Di jajaran kapal TNI AL, keduanya diberi nomor lambung berawalan 3. Ini menandakan kedua kapal tersebut akan bertugas di satuan tugas kapal eskorta atau kapal perang. Kapal bernomor lambung 3 biasanya diisi jajaran kapal berjenis fregat atau korvet.

Editorial Team