Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) , Vasko Ruseimy, mengaku takjub dengan kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Minang. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi momen yang tak akan pernah dia lupakan sepanjang hidupnya.
"Sebuah pengalaman yang enggak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Di saat kita bisa sama-sama, bersama-sama, masyarakat saling membantu-membantu," kata Vasko dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 By IDN Times, di Kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dia merasa, nilai kekeluargaan yang mengakar kuat dalam budaya Minangkabau menjadi modal utama dalam penanganan bencana. Ketika ada warga yang terdampak, masyarakat lain, termasuk para perantau, langsung turun tangan.
"Masyarakat di Minangkabau itu kan rasa kekeluargaannya itu ada. Jadi yang namanya dilihat orang-orang di kampungnya, orang-orang di keluarganya yang terdampak, itu dari rantau semua turun," ujarnya.
Vasko menyebut, kontribusi para perantau dan relawan datang dalam berbagai bentuk. Tidak hanya bantuan fisik dan materi, tetapi juga dukungan moril.
"Mau turun dari sisi yang manapun. Ada yang turun secara fisik, ada yang materi. Minimal dengan doa. Atau, minimal tidak mengganggu," ungkapnya.
Pemerintah daerah, kata dia, juga berupaya mengatur kehadiran relawan agar penanganan bencana berjalan efektif.
Menurut Vasko, kekompakan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama Sumatra Barat. Bahkan, hal itu berdampak langsung pada kecepatan pemulihan pascabencana.
"Nah, itu yang membuat kita jadi sebuah kekuatan di Sumatra Barat. Dan kalau kita bicara dampak, mungkin pemulihannya bisa dikatakan yang paling cepat,”)" ujarnya.
Dia menegaskan, di tengah situasi krisis, seluruh pihak sepakat untuk menanggalkan perbedaan dan fokus pada keselamatan bersama. Bahkan, menurutnya, latar belakang apa pun tidak lagi menjadi soal.
"Ini kebutuhan kita bersama, ini gerakan kita bersama. Bukan waktunya untuk saling menjatuhkan. Waktunya untuk saling menyelamatkan Mau dia siapa, mau dia politiknya A, politiknya B, ini kita bareng-bareng," kata Vasko.
Vasko juga menyoroti kolaborasi lintas elemen, termasuk partai politik dan tenaga kesehatan, yang ikut turun membantu.
"Partai politik pun kan turun di sana. Saya enggak mau memandang warnanya apa, dari faksi mana. Kalian mau turun? Ayo! Apa yang perlu saling kita backup?," ucapnya.
Dia mencontohkan sinergi antara relawan medis dan pemerintah daerah yang membuat penanganan lebih tepat sasaran.
"Pemdanya juga terbantu dengan kekuatan akses tambahan nakes. Dokternya juga tahu apa yang dibutuhkan, ke mana kita harus ke jalan," jelas Vasko.
Di balik solidnya kerja bersama, Vasko mengakui tekanan di lapangan sangat besar. Namun, dia menekankan pentingnya ketenangan dan keputusan berbasis data.
"Dan kita butuh sebuah ketenangan. Ketenangan dalam hal memutuskan sebuah kebijakan harus by data. Saya paksakan itu," katanya.
Dia mengungkapkan, rapat tim terpadu bahkan bisa dilakukan hingga tiga kali dalam sehari. Meski kerap bersikap keras demi efektivitas kerja, Vasko mengaku tetap melakukan refleksi diri.
"Kerjaan saya marah-marah terus. Tapi bagi saya akhirnya setelah marah-marah, menyesal saya. Saya kekerasan enggak ya?" ujar Vasko.
Adapun, IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.
SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.
SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".
