Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260129_094706.jpg
Banjir di Gang Mawar, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Intinya sih...

  • Banjir sempat turun setelah luapan Kali Bekasi pada Rabu malam, namun kembali meluap akibat hujan deras pada Kamis pagi.

  • Warga amankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir.

  • Sebanyak 50 kepala keluarga terdampak banjir, beberapa warga masih bertahan di rumah lantai dua, sementara akses jalan terputus.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Banjir merendam kawasan permukiman warga di Gang Mawar, RT 08, RW 03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (29/1/2026) pagi.

Salah satu warga, Eka Cahaya (37) menjelaskan, banjir tersebut berasal dari luapan Kali Bekasi dan hujan deras yang terjadi sejak dini hari. Ketinggian air di permukiman warga tersebut juga mencapai 90 centimeter.

“Ketinggian banjir kira-kira se­dengkul orang dewasa, ya sekitar 70 centimeter. Tapi kalau makin dekat ke kali bisa sampai 90 centimeter,” kata Eka di lokasi banjir, Kamis (29/1/2026).

1. Banjir sempat turun

Banjir di Gang Mawar, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia mengatakan, banjir akibat luapan Kali Bekasi sempat terjadi pada Rabu, Rabu, 28 Januari 2026 malam. Banjir tersebut juga sempat surut pada dini hari, sebagian warga langsung membersihkan rumah.

Namun, hujan dengan intensitas tinggi kembali turun. Air sungai kembali meluap dan membuat permukiman banjir.

“Tadi malam jam satuan sudah sampai depan pintu rumah. Jam dua-an mulai surut, habis subuh warga bersih-bersih. Tapi pagi ini naik lagi sekitar setengah lima,” jelasnya.

2. Warga amankan barang-barang

Banjir di Gang Mawar, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia mengatakan, sejumlah warga telah memindahkan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak akibat banjir.

“Sekarang sudah tinggi lagi. Barang-barang juga sudah dinaikkan semua, takut kejadian seperti waktu puasa kemarin,” kata dia.

Eka juga mengatakan, banjir itu mengakibatkan akses jalan di lingkungan warga tidak dapat dilalui kendaraan.

3. 50 KK terdampak

Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Dini Suciatingrum)

Sementara, warga lainnya, Asep (54) menyampaikan, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut. Meski begitu, sebagian warga masih tetap berbertaha di rumahnya yang memiliki lantai dua untuk mengamankan barang-barang.

"Masih beberapa bertahan di rumah, belum ada yang ngungsi, ada yang bertahan di lantai dua," ucap Asep.

Dia juga berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan logistik makanan lantaran sudah akses jalan yang sudah terputus.

"Harapannya ada bantuan gitu, karena akses kan kami sulit juga, keluar rumah susah juga," katanya.

Editorial Team