Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Banjir Jakarta.
Ilustrasi banjir Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Intinya sih...

  • Kali Ciliwung meluap hingga 3,5 meter, menyebabkan puluhan RT di Jakarta Selatan dan Timur terendam banjir.

  • Curah hujan tinggi sejak Rabu (28/1/2026) menjadi penyebab utama genangan dengan ketinggian tertinggi mencapai 150-350 cm.

  • BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan untuk memonitor kondisi genangan dan melakukan penanganan darurat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Luapan Kali Ciliwung mencapai ketinggian 3,5 meter menyebabkan puluhan RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir.

Hingga Jumat (30/1/2026) pukul 07.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 39 RT dan 3 ruas jalan masih tergenang.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, meluapnya Kali Ciliwung dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1/2026), serta kenaikan status sejumlah pos pantau air hingga Siaga 3.

“Luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab utama genangan dengan ketinggian tertinggi mencapai 150 hingga 350 sentimeter di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” ujar Isnawa dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di 8 RT yang tersebar di Kelurahan Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat. Sementara di Jakarta Timur, genangan paling luas tercatat di 21 RT yang berada di Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Rawa Terate, dan Balekambang.

Menurut Isnawa, kondisi paling terdampak berada di wilayah bantaran Kali Ciliwung, khususnya di Kelurahan Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cawang.

Isnawa menambahkan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan untuk memonitor kondisi genangan dan melakukan penanganan darurat. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk penyedotan air dan memastikan aliran sungai serta drainase berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan dapat surut secepatnya, seiring upaya penanganan terpadu di lapangan,” ujarnya.

Editorial Team