Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Ditjen Pajak. Penggeeldahan ini masih terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat pajak KPP Madya Jakarta Utara.
"Benar, Satgas sedang melakukan penggeledahan di kantor DJP," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto, Selasa (13/1/2025).
Hingga artikel ini dimuat, penggeledahan masih berlangsung. Belum diketahui apa yang didapatkan penyidik dari penggeledahan tersebut.
Sebelumnya, KPK telah menggeledah KPP Madya Jakarta Utara. Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah bukti seperti CCTV, dokumen, ponsel, hingga uang 8.000 dolar Singapura.
Diketahui, KPK menetapkan lima tersangka usai OTT pada Minggu (11/1/2025). Kelima tersangka adalah Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi; Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi (Waskon) KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifuddin; Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara Askob Bahtiar selaku penerima suap.
Lalu, Konsultan Pajak Abdul Kadim Sahbudin; dan Staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto selaku pemberi suap.
Kasus bermula ketika Tim Pemeriksa KPP Jakarta Utara menemukan potensi kurang bayar PBB PT WP sekitar Rp75 miliar. Terjadi tawar menawar nilai kekurangan bayar tersebut
Akhirnya disepakati kekurangan bayarnya menjadi Rp60 miliar. Sebagai imbalan atas pengurangan tersebut, pegawai pajak meminta Rp8 miliar, tetapi berubah jadi Rp4 miliar setelah negosiasi.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp793 juta, uang tunai 165 ribu Dolar Singapura atau setara Rp2,16 miliar, serta logam mulia seberat 1,3 kilogram senilai Rp3,42 miliar.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Kantor Ditjen Pajak Digeledah KPK Buntut OTT KPP Madya Jakarta Utara

Gedung KPK (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Anggota DPRD Bekasi Diperiksa KPK Soal Aliran Uang Bupati Ade Kunang13 Jan 2026, 11:47 WIB
- 11 Jam Geledah KPP Madya Jakarta Utara, KPK Sita Dokumen hingga CCTV 13 Jan 2026, 10:55 WIB
- Petinggi PWNU Jakarta Dicecar KPK soal Pembagian Kuota Haji Tambahan13 Jan 2026, 10:42 WIB
Editorial Team
EditorDheri Agriesta
Related Article
PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Melalui Restorasi Lahan Kritis11 Sep 2026, 01:00 WIB
Skandal Militer Jerman Terkuak, Ada Hampir 2 Ribu Dugaan Kasus Asusila11 Sep 2026, 00:52 WIB
Krisis Energi Sulsel, Mahasiswa Makassar: Semua karena Bahlil11 Sep 2026, 00:47 WIB
ENSIA Ajang Apresiasi Dorong Inovasi Lingkungan-Sosial Berdampak Nyata11 Sep 2026, 00:25 WIB
6 Bulan Berlalu, Massa Pertanyakan Progres Penggeledahan ESDM Kaltim11 Sep 2026, 00:00 WIB
BBM dan Gas Melon Langka, Massa Demo Kantor Pertamina di Makassar10 Sep 2026, 23:53 WIB
Rosdiana Sijabat: Mediatisasi AI Ubah Cara Manusia Berkomunikasi10 Sep 2026, 23:27 WIB
Buruh Jabar Minta Outsourcing Dihapus dalam RUU Ketenagakerjaan10 Sep 2026, 23:08 WIB
Pesawat Ditumpangi Zelenskyy Hampir Jadi Sasaran Drone di Moldova10 Sep 2026, 23:08 WIB
Amnesty Kecam Pramono Dukung Pelajar Terjaring Demo ke Barak Militer10 Sep 2026, 22:59 WIB
Palestina dan Turki Sambut Sanksi 12 Negara ke Permukiman Israel10 Sep 2026, 22:57 WIB
Legislator Gerindra: RUU Reforma Agraria Harus Jadi Fondasi Ekonomi Rakyat10 Sep 2026, 22:43 WIB
Korban Keracunan MBG di Berastagi Kembali Kejang dan Dilarikan ke RS10 Sep 2026, 22:30 WIB
Krisis Meluas! BBM Sulit, Gas Melon Kini Menghilang dari Makassar10 Sep 2026, 22:25 WIB
India Temukan 5 Bayi Orangutan, Diduga Korban Perdagangan Internasional10 Sep 2026, 22:23 WIB
ILRC Soroti Akhiri Hidup Perempuan Korban Kekerasan Gender10 Sep 2026, 22:20 WIB
Pejabat AS Sebut Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Bertahun-tahun10 Sep 2026, 22:11 WIB
Robustera Buatan Mahasiswa Itera Pangkas Pengeringan Kopi Cuma 2 Jam10 Sep 2026, 22:01 WIB
Mahasiswa Desak Pemprov Aceh Buka Rincian Anggaran Rehab Rekon10 Sep 2026, 22:00 WIB
5 Alasan Mengapa Keheningan dapat Menjadi Guru Terbaik10 Sep 2026, 22:00 WIB