Jakarta, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengaku malu terkait kasus siswa SD di Ngada yang mengakhiri hidupnya, diduga karena tak mampu membeli buku dan alat tulis. Di depan jajaran pemerintahan NTT, ia murka karena di wilayahnya ada kasus orang meninggal karena miskin.
"Agak terganggu juga saya mau jawab itu, saya punya lidah juga itu kelu, juga tangan saya juga susah jawab," kata dia saat memberikan pidato di Universitas Citra Bangsa, Kupang, Rabu, 5 Februari 2026.
Emanuel mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan daerah Ngada, namun responsnya lambat.
"Saya WA pimpinan daerahnya. Lama sekali kasih respons. Akhirnya saya minta orang saya sendiri turun periksa, mungkin ini sudah biasa orang mati kali itu daerah," ujarnya.
