Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Siswa SD Akhiri Hidup, Gubernur NTT Murka Depan Jajaran
Siswa di Ngada, NTT yang diduga mengakhiri hidup. (Dok. Kemensos)

Intinya sih...

  • Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa malu dengan kasus siswa SD yang meninggal karena tak mampu membeli buku dan alat tulis.

  • Presiden Prabowo diharapkan mengetahui kasus ini agar Pemda NTT bertanggung jawab, dan Sekretaris Daerah Ngada disemprot karena belum ada yang datang ke rumah keluarga korban

  • Gubernur NTT siap tuntut pihak yang tak amanah, mengaku NTT punya uang untuk urus orang miskin sehingga kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengaku malu terkait kasus siswa SD di Ngada yang mengakhiri hidupnya, diduga karena tak mampu membeli buku dan alat tulis. Di depan jajaran pemerintahan NTT, ia murka karena di wilayahnya ada kasus orang meninggal karena miskin.

"Agak terganggu juga saya mau jawab itu, saya punya lidah juga itu kelu, juga tangan saya juga susah jawab," kata dia saat memberikan pidato di Universitas Citra Bangsa, Kupang, Rabu, 5 Februari 2026.

Emanuel mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan daerah Ngada, namun responsnya lambat.

"Saya WA pimpinan daerahnya. Lama sekali kasih respons. Akhirnya saya minta orang saya sendiri turun periksa, mungkin ini sudah biasa orang mati kali itu daerah," ujarnya.

1. Jika Prabowo tahu saat Rakornas, Emanuel bisa dicincang

Siswa di Ngada, NTT yang diduga mengakhiri hidup. (Dok. Kemensos)

Emanuel mengatakan kasus meninggalnya siswa berinisial YB itu jadi alarm keras bagi berbagai pihak. Dia mengatakan jika Presiden Prabowo Subianto mengetahui kasus ini saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, mungkin Pemda NTT bakal dicincang karena saking malunya.

"Dan syukur Kejadian ini Pak Wali bapak ibu, kita kita yang hadir di Jakarta ini syukur ini diketahui publik setelah kita Rakornas. Bayangkan kalau itu Pak Prabowo (tahu saat Rakornas dengan Prabowo di Sentul) pasti mati kita, dicincang," kata dia.

Menurut Emanuel, Prabowo paling tak suka ada kasus seperti ini, karena apakah memang ada yang salah tetapi pranata sosial yang mengindikasikan gagalnya mengurus kasus kemiskinan.

"Pemerintahan kita juga gak, provinsi sama Kabupaten Ngada juga sama. Kita punya pranata agama juga gagal, pranata budaya juga gagal, sampai ada orang mati orang miskin begini," ujarnya.

2. Semprot Sekretaris Daerah Ngada belum ada yang datang ke rumah keluarga YB

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Karena itu, Emanuel meminta semua jajaran yang hadir di tempat itu agar mengevaluasi kejadian yang ada, agar ini menjadi yang terakhir. Dia juga menyemprot Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada saat tahu belum ada jajaran resmi dari Ngada yang datang ke rumah keluarga YB hingga Rabu malam.

"Ini Pak Sekda ada ini, tadi malam saya cek terakhir belum ada Pemda Ngada datang mewakili pergi mengucapkan berduka kepada keluarga korban, ini gila ini, gak boleh, Pak Sekda. Gak boleh, kirim orang secara resmi dari Pemerintah Ngada, itu kita gagal sebagai pemerintah," kata dia.

"Tadi malam saya masih belum ada Pemda turun secara resmi ya, itu gak boleh," ujar Emanuel.

3. Jika terulang, siap tuntut atau bertanggung jawab

Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Emanuel mengatakan sebagai pemerintah daerah, pihaknya gagal mengurus warganegara, jika ada kematian hanya karena kemiskinan.

"Malu kita sebagai pemerintah model begini ada warga kita mati hanya karena model begini, harus ke sana. Kuburannya tidak boleh pakai tanah kuburkan dia dengan layar Kita juga harus seperti Mother Teresa dia pun mati sebagai manusia, gak boleh model begini malu saya sebagai gubernur," katanya.

Emanuel bahkan mengaku siap jika harus bertanggung jawab jika ada kesalahan di kasus serupa ke depannya, dan berani menuntut pihak-pihak yang tak amanah mengurus rakyat.

"Jangan ada model-model kejadian seperti ini, besok ada lagi model begini pasti saya tuntut orang-orangnya kalaupun saya setiap dituntut, kesalahan itu ada dimana saya siap dituntut untuk itu," katanya.

4. NTT punya uang untuk urus orang miskin

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena (tengah) dalam konferensi pers kegiatan Kupang Exotic. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Emanuel mengatakan NTT mempunyai alokasi anggaran untuk orang miskin, maka harusnya hal seperti ini tak boleh terjadi.

"Perangkat sosial di RT RW kalau ada yang miskin susah kita urus, uang ada kok walau pun terbatas. Uang kita ada, ini gak boleh lagi kejadian model begini," kata dia.

"Ini cukup sudah yang terakhir saya berharap disini cukup sudah kita tidak boleh lagi ada yang mati hanya karena miskin, uang kita masih ada untuk kasih makan orang hanya sekedar beli buku tulis dan pulpen kita baku tahu, kita baku aku bantu," imbuhnya.

Editorial Team