Jakarta, IDN Times - Peluncuran buku Naya dan Talkernya menjadi momentum diperkenalkannya Gerakan “Setiap Anak Punya Suara”, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun pemahaman masyarakat terhadap anak autis nonverbal sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih inklusif bagi mereka.
Acara yang diselenggarakan di Gramedia Matraman ini menghadirkan sesi talkshow, diskusi dan berbagi pengalaman, meet & greet, serta seremoni kolaborasi bersama berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu inklusi anak berkebutuhan khusus.
Buku Naya dan Talkernya mengangkat kisah perjalanan seorang anak autis nonverbal dalam menemukan cara berkomunikasi melalui talker, alat bantu komunikasi yang menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan kebutuhan, emosi, dan pikirannya.
Melalui pendekatan visual dan cerita yang hangat, buku ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa setiap anak memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi dan menyampaikan dirinya.
“Saya sangat bersyukur peluncuran buku Naya dan Talkernya dapat terlaksana. Berawal dari keinginan sederhana untuk berbagi pengalaman melihat perkembangan anak kami setelah menggunakan talker. Terbukanya komunikasi ini merupakan langkah yang sangat berarti dan diharapkan dapat membantu perkembangan positif lainnya,” ungkap Dewi Mareta, pengarang buku Naya dan Talkernya, yang merupakan ibu dari Naya.
