Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Temukan Keberagaman di Pantura, Coba Deh Singgah Ke 5 Spot Ini
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)
  • Pemudik bisa menjelajahi lima spot menarik di jalur Pantura yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan religi, menjadikan perjalanan mudik lebih seru dan bermakna.

  • Destinasi seperti makam R.A. Kartini dan kawasan Lasem menampilkan akulturasi budaya Jawa–Tiongkok serta toleransi antaragama yang kuat melalui bangunan bersejarah dan kehidupan masyarakatnya.

  • Ayam Goreng Tojoyo jadi kuliner wajib saat berbuka di jalur Pantura, sementara suasana malam Rembang menawarkan ketenangan sempurna sebelum melanjutkan perjalanan mudik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lima lokasi wisata di jalur Pantura diperkenalkan sebagai destinasi singgah bagi pemudik, menampilkan keberagaman budaya, sejarah, dan kuliner khas wilayah Rembang dan sekitarnya.
  • Who?
    Lokasi yang disebut antara lain makam R.A. Kartini, kawasan Lasem dengan Kelenteng Poo An Bio dan Masjid Jami’ Baiturrahman, Pondok Pesantren Kauman, serta rumah makan Ayam Goreng Tojoyo.
  • Where?
    Seluruh tempat berada di sepanjang jalur Pantura, khususnya di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, termasuk Desa Bulu dan kawasan pesisir Lasem.
  • When?
    Kegiatan ini relevan selama musim mudik Lebaran tahun ini ketika arus kendaraan ramai melintasi jalur Pantura menuju berbagai daerah tujuan.
  • Why?
    Pengenalan lima spot ini bertujuan mengajak pemudik menikmati sisi wisata budaya dan religi Pantura agar perjalanan menjadi lebih menarik dan berkesan.
  • How?
    Pemudik dapat singgah di tiap lokasi untuk berziarah, beribadah, menikmati kuliner lokal, hingga beristirahat sambil mengenal nilai toleransi serta sejarah panjang masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mudik via Pantura identik dengan panjang, panas, dan penuh truk. But what if I told you, Pantura justru menyimpan deretan spot yang bikin perjalanan mudik jauh lebih seru dari yang kamu bayangkan. Percaya deh di balik reputasinya sebagai jalur "tua", ada banyak banget tempat-tempat menarik.

Kalau kamu berencana mudik lewat jalur ini, ada lima spot yang wajib masuk daftar singgahmu. Apa saja? Cek selengkapnya di poin-poin berikut ya!

1. Ada wisata religi di makam RA Kartini

Makam R.A Kartini (dok. Pemprov Jateng)

Raden Ajeng (R.A.) Kartini akrab dikenal masyarakat sebagai pejuang emansipasi perempuan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa pahlawan nasional satu ini menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Rembang. Makam R.A. Kartini terletak di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, sekitar 17,5 kilometer ke arah selatan kota Rembang.

Kalau kamu mudik lewat Pantura dan suka wisata religi, cocok banget nih buat singgah ke makam R.A Kartini. Selain ziarah, kamu juga bisa berwisata dan belajar cerita-cerita menarik soal Kartini.

2. Sambangi "Tiongkok Kecil" Jalur Pantura

Kelenteng Poo An Bio yang memiliki gaya arsitektur Tiongkok. (dok. Pemprov Jateng)

Lalu, coba deh mampir ke “Tiongkok Kecil” jalur Pantura yang bernama Lasem. Kota kecil di pesisir utara Kabupaten Rembang ini sudah menjadi miniatur keberagaman sejak abad ke-15, sehingga tak heran apabila Lasem dikenal sebagai kawasan yang memiliki toleransi tinggi sejak dulu.

Jejak akulturasi budayanya masih kental dan bisa kamu temui sampai sekarang di bangunan-bangunan lama bergaya Tiongkok. Salah satunya adalah Kelenteng Poo An Bio yang diperkirakan berdiri pada tahun 1740. Kelenteng ini dalam beberapa tahun terakhir tak pernah absen menjadi tempat perayaan Tahun Baru Imlek. Bahkan, menjadi pusat perayaan Imlek di Kabupaten Rembang.

Selain kelenteng, ada pula Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman yang berdiri pada 2003 dan memiliki gaya arsitektur Tiongkok. Meski berada di lingkungan pecinan yang masyarakatnya 80 persen non muslim, ponpes tersebut, bisa berkembang. Hal ini menjadi bukti eratnya toleransi antar agama di wilayah tersebut. 

3. Mengagumi masjid penuh sejarah di Lasem

Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem (dok. Wonderful Indonesia)

Masih di Lasem, ada satu tempat yang jangan sampai terlewat, yaitu Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem. Masjid yang didirikan pada tahun 1588 ini dibangun sejak tahun 1588 oleh Adipati Tejakusuma I. Adapun tempat ini juga menjadi salah satu cagar budaya di Jawa Tengah.

Keunikan Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem bukan hanya pada usianya, namun juga gaya arsitektur campuran Jawa–Tiongkok yang jadi cermin keberagaman Lasem itu sendiri. Masjid ini merupakan wujud dari keinginan untuk merangkul semua golongan masyarakat. Tempat ini cocok untuk kamu singgah sejenak, beribadah, dan meresapi sejarah panjang toleransi yang hidup di kota kecil ini.

4. Mampir buka puasa di jalur Pantura

Ayam Goreng Tojoyo di Malioboro. (dok. Ayam Goreng Tojoyo)

Kemudian, mudik lewat jalur Pantura belum lengkap rasanya kalau belum kulineran. Salah satu spot favorit yang wajib kamu coba adalah Ayam Goreng Tojoyo. Rumah makan satu ini selalu ramai dikunjungi selama masa mudik, terutama jelang berbuka puasa. 

Meski harus ngebut melayani lonjakan pengunjung, Ayam Goreng Tojoyo konsisten menjaga kualitas sajian dan rasa makanannya. Salah satu rahasia rumah makan ini ternyata adalah menggunakan Bright Gas dari Pertamina sebagai bahan bakar memasak. 

Bright Gas hadir dengan teknologi Double Spindle Valve System yang membuat tabungnya dua kali lebih aman dari kebocoran, plus segel hologram dengan Optical Color Switch yang terjamin keasliannya dan bisa diverifikasi langsung lewat QR Code. Bright Gas juga bisa dipesan dengan layanan antar via MyPertamina atau Pertamina Call Center 135. Urusan stok gas pun bisa beres tanpa harus keluar dari resto.

Spot satu ini cocok buat isi tenaga sebelum lanjut mudik. Jangan sampai kelewatan ya.

5. Nikmati tenangnya malam di Rembang

Alun-alun Kota Rembang (dok. Pemkab Rembang)

Setelah seharian menyusuri Pantura, Rembang menawarkan sesuatu yang mungkin paling kamu butuhkan, yaitu ketenangan. Kota pesisir ini punya pesona tersendiri di malam hari, seperti lampu-lampu perahu nelayan yang berpendar di kejauhan, suara azan tarawih dari masjid-masjid di tepi jalan, dan udara laut yang sedikit mendinginkan udara setelah seharian di bawah terik matahari.

Suasana damai dan tenang tersebut cocok banget untuk kamu beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya. Itu dia 5 spot yang penuh cerita dan keberagaman di jalur Pantura. Siapa sangka, di balik reputasinya yang panjang dan panas, jalur Pantura justru menyimpan pengalaman mudik yang mungkin tak terlupakan. (WEB)

Editorial Team