Kelenteng Poo An Bio yang memiliki gaya arsitektur Tiongkok. (dok. Pemprov Jateng)
Lalu, coba deh mampir ke “Tiongkok Kecil” jalur Pantura yang bernama Lasem. Kota kecil di pesisir utara Kabupaten Rembang ini sudah menjadi miniatur keberagaman sejak abad ke-15, sehingga tak heran apabila Lasem dikenal sebagai kawasan yang memiliki toleransi tinggi sejak dulu.
Jejak akulturasi budayanya masih kental dan bisa kamu temui sampai sekarang di bangunan-bangunan lama bergaya Tiongkok. Salah satunya adalah Kelenteng Poo An Bio yang diperkirakan berdiri pada tahun 1740. Kelenteng ini dalam beberapa tahun terakhir tak pernah absen menjadi tempat perayaan Tahun Baru Imlek. Bahkan, menjadi pusat perayaan Imlek di Kabupaten Rembang.
Selain kelenteng, ada pula Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman yang berdiri pada 2003 dan memiliki gaya arsitektur Tiongkok. Meski berada di lingkungan pecinan yang masyarakatnya 80 persen non muslim, ponpes tersebut, bisa berkembang. Hal ini menjadi bukti eratnya toleransi antar agama di wilayah tersebut.