Jakarta, IDN Times - Prajurit TNI Angkatan Laut (AL), Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyi ditemukan meninggal dunia di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 pada 26 April 2026. Namun, pihak keluarga menilai kematian prajurit berusia 22 tahun itu janggal.
Ayah Ghofirul, Mahbub Madani mengatakan kejanggalan bermula pada Februari 2026, ketika putranya mendapat penempatan tugas di KRI Radjiman Wedyodiningrat. Di kapal bantu rumah sakit itu, prajurit TNI yang akrab disapa Ovy itu menjalani masa orientasi selama tiga bulan.
Sejak mendapat penempatan tugas, Ovy sering mengirimkan pesan kepada Ibunya. Bahkan, sebulan setelah ditempatkan di kapal militer, Ovy mengaku ingin pindah kapal.
"Anak saya mengaku dipukul seniornya. Bukan hanya satu, tapi sampai puluhan orang," ujar Mahbub Senin, 4 Mei 2026.
"Bahkan, dia bilang tidak kuat dan ingin pindah ke kapal di Surabaya. Saat itu, kapalnya dia di Jakarta," sambungnya.
Kejanggalan semakin terlihat pada akhir Maret, saat pihak keluarga didatangi dua orang yang mengaku sebagai senior Ovy. Dua orang tersebut mengaku mencari Ovy karena diduga kabur dari kapalnya.
"Dua orang itu mengaku komandan di kapalnya, mencari anak saya. Katanya anak saya kabur dari kapal," tutur Mahbub.
Namun, sehari setelah dua orang tersebut datang ke rumah keluarga, orangtua Ovy kembali mendapatkan telepon dari salah satu seniornya, dan memberitahukan Ovy meninggal dunia.
